Mahasiswa Diajak Jadi Kreator Konten Positif di Tengah Lonjakan Penonton Film Nasional
Berita Utama Satria Oki Sanjaya, S.I.Kom.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 25 Juni 2026 15:59:25 WIB
PADANG – Publik kini dituntut untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan hiburan di era digital. Menyikapi hal ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Lembaga Sensor Film (LSF) RI mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif mengampanyekan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri dan literasi digital.
Ajakan tersebut mengemuka dalam acara LSF Goes to Campus yang digelar di Kampus UIN Imam Bonjol Padang pada Kamis (25/06/2026).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Sumbar, Rudy Rinaldy, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki kekuatan besar untuk mengubah wajah dunia digital. Dibanding sekadar menjadi penikmat informasi, generasi muda didorong untuk mengambil peran sebagai kreator.
"Gunakanlah teknologi digital untuk menyebarkan konten positif, memperkenalkan budaya Minangkabau kepada dunia, mengangkat potensi daerah, serta menghasilkan karya kreatif yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan peradaban," ujar Rudy saat membuka acara.
Manfaat literasi digital ini menjadi kian mendesak mengingat industri perfilman tanah air sedang berada di puncak gairahnya. Ketua LSF, Naswardi, membeberkan data pemirsa yang luar biasa, di mana bioskop kini mulai didominasi oleh karya anak bangsa.
Menurut Naswardi tren Positif saat ini adalah produksi film lokal terus meningkat pesat, baik yang tayang di bioskop maupun platform Over The Top (OTT) seperti layanan streaming digital.
Seiring dengan itu, rekor baru juga telah tercatat, yakni sebanyak 80,2 juta orang telah menonton film nasional di bioskop.
“indikator suksesnya perfilman Indonesia adalah meningkatnya jumlah produksi film dan meningkatnya jumlah penonton film lokal di bioskop ataupun OTT (Over The Top). 80,2 juta orang menonton film nasional di bioskop,” terang Naswardi.
Dengan melonjaknya jumlah tontonan, Naswardi mengingatkan pentingnya Budaya Sensor Mandiri. Publik diharapkan tidak hanya antusias menonton, tetapi juga cerdas memilih tayangan yang sesuai dengan klasifikasi usia demi perlindungan moral generasi penerus.
Sebagai langkah konkret, kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara LSF dan UIN Imam Bonjol Padang. Kolaborasi akademis ini diharapkan dapat melahirkan ekosistem digital dan perfilman yang lebih sehat di Sumatra Barat.
Melalui edukasi ini, masyarakat luas diharapkan makin cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media sosial serta platform digital sehari-hari.(sat/doa/Diskominfotik Sumbar)