Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia,  Gubernur Sumbar Bongkar Fakta Antrean BBM Subsidi di SPBU Mengalir ke Tambang Ilegal

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia,  Gubernur Sumbar Bongkar Fakta Antrean BBM Subsidi di SPBU Mengalir ke Tambang Ilegal

Berita Utama Satria Oki Sanjaya, S.I.Kom.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 06 Juni 2026 18:13:43 WIB


​PADANG – Ada fakta mengejutkan di balik fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sumatera Barat. Gubernur Sumbar, Mahyeldi, membongkar bahwa sebagian besar pasokan BBM bersubsidi tersebut diduga kuat mengalir untuk menghidupkan aktivitas tambang ilegal yang merusak alam.

​Hal tersebut ditegaskan Mahyeldi di sela-sela aksi "Gotong Royong ASRI" dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kawasan Pantai Pangeran Beach, Padang, Sabtu (6/6/2026). 

Menurutnya, sikap abai terhadap lingkungan saat ini berbanding lurus dengan tingginya biaya pemulihan ekologis yang harus ditanggung di masa depan.

​"BBM bersubsidi banyak diambil oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan cara yang menyalahi aturan, seperti memodifikasi tangki mobil. Diperkirakan mayoritas BBM di SPBU digunakan secara ilegal. Mengapa ini berpengaruh besar pada lingkungan? Karena pasokan minyak dari aktivitas ilegal tersebut digunakan untuk mendukung operasional tambang ilegal, yang pada akhirnya merusak dan menghancurkan alam kita," tegas Mahyeldi secara blak-blakan.

​Selain menyoroti hulu masalah lingkungan yang berkaitan dengan tambang ilegal, Pemprov Sumbar juga mulai membenahi masalah hilir, yaitu pengelolaan sampah. 

Mahyeldi menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sekolah-sekolah agar mampu mengelola sampah secara mandiri guna mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bahkan diminta segera merampungkan buku panduan “101 Cara Pengolahan Sampah”.

​Sementara itu, Kepala DLH Sumbar, Tasliatul Fuaddi, menyebutkan bahwa aksi bersih-bersih ini melibatkan ratusan relawan, LSM, BUMN, hingga perguruan tinggi, yang disinkronkan langsung dengan gerakan nasional Indonesia ASRI oleh Presiden RI.

​Melalui sinergi ini, Pemprov Sumbar berharap kesadaran lingkungan tidak lagi menjadi seremonial tahunan, melainkan tindakan nyata untuk menghentikan eksploitasi alam Ranah Minang. (sat/doa/diskominfotik sumbar)