Optimalkan Aset Daerah, Badan Penghubung Sumbar Tata Ulang Asrama Mahasiswa di Yogyakarta
Berita Utama Dedi Oscar Adams, M.I.Kom.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 15 Mei 2026 12:54:27 WIB
YOGYAKARTA – Kepala Badan Penghubung Provinsi Sumatera Barat, Fauzan Zainoen, menegaskan pentingnya peran strategis asrama mahasiswa sebagai penunjang pendidikan generasi muda Minang di perantauan. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau Asrama Putra Merapi Singgalang (Mersi) dan Asrama Putri Bundo Kanduang di Yogyakarta, 13–14 Mei 2026.
Peninjauan ini merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi Badan Penghubung dalam melakukan pembinaan generasi muda sekaligus pengelolaan aset milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di luar daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Fauzan bersama Tim Aset melakukan inventarisasi menyeluruh, mulai dari pendataan ulang penghuni hingga pengecekan fisik bangunan dan sarana prasarana.
"Ini adalah aset pemerintah yang harus kita jaga bersama. Sebagai pengelola, kami bertanggung jawab atas keselamatan, keberadaan, serta kelangsungan operasional asrama ini," ujar Fauzan.
Pemeriksaan mendetail dilakukan pada fasilitas kamar mahasiswa, seperti tempat tidur, meja belajar, dan lemari pakaian. Tim juga mencatat barang-barang yang sudah usang namun masih layak pakai untuk dilaporkan kondisi dan nilai asetnya. Di Asrama Putri Bundo Kanduang, perbaikan fasilitas keamanan seperti CCTV juga menjadi prioritas guna menjamin kenyamanan mahasiswi.
Selain aspek fisik, Fauzan mengimbau para penghuni asrama untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan efisiensi energi.
"Kami meminta adik-adik mahasiswa untuk bijak dalam penggunaan listrik dan air bersih, terutama saat meninggalkan kamar dalam waktu lama," tambahnya.
Kunjungan ini juga diisi dengan sesi diskusi hangat antara pihak Badan Penghubung dan para mahasiswa. Fauzan menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai simbol generasi muda yang berkarakter dan berpengetahuan.
Hata, salah seorang penghuni asrama, menyambut positif kehadiran rombongan dari Badan Penghubung tersebut.
"Diskusi seperti ini sangat jarang terjadi. Kehadiran Bapak dan tim membuat kami merasa memiliki keluarga yang mengayomi di rantau. Kami berharap pertemuan seperti ini rutin diadakan," ungkapnya.
Menutup kunjungannya, Fauzan menegaskan komitmen Badan Penghubung Sumbar untuk terus membina mahasiswa dan pelajar Minang di perantauan. Bagi Pemprov Sumbar, mahasiswa adalah "Duta Pemuda" yang memikul tanggung jawab besar dalam menjaga marwah dan nama baik daerah asal di negeri orang.(efphb/doa)
Berita Terkait Lainnya :
- Raker Balegda DPRD Sumbar. Isu Budaya dan Pemberantasan Maksiat Jadi Masukan
- Apel Perdana Wagub Sumbar Hilangkan Perbedaan Mari Bekerja
- Gubernur Sumbar Tinjau Pembangunan Asrama Mahasiswa Minang Bogor
- Kepala BNPB dan Wagub Sumbar Tinjau Langsung Lokasi Banjir dan Longsor Sumbar
- Gubernur Sumbar Bersilaturahmi Dengan Mahasiswa dan Perantau Minang di Yogyakarta.