Wamenkes RI Dorong Kolaborasi Daerah dalam Percepatan Eliminasi TB di Sumbar
Berita Utama Beny Junaidi,S.Sos.,M.I.Kom(Operator - Admin) 12 Mei 2026 20:50:23 WIB
PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Eliminasi Tuberkulosis (TB) sebagai upaya memperkuat sinergi dan komitmen lintas sektor dalam mendukung target nasional eliminasi TB tahun 2030.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gubernur Sumatera Barat tersebut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR, SesDitjen Deslan Kemenkes, Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Anggota DPR RI Komisi IX, dr. H. Suir Syam, M.Kes, Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Sumbar, Pimpinan Rumah Sakit, Organisasi Profesi serta berbagai mitra strategis kesehatan, Padang (12/5/2026).
Ketua panitia yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dr. Aklima, MPH mengatakan, Rakor ini dilaksanakan guna memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menjadi bagian dari strategi percepatan eliminasi TB di Sumatera Barat.
“Rakor ini bertujuan melakukan koordinasi lintas sektoral dan menjadi bagian dari strategi percepatan eliminasi TB, sekaligus implementasi komitmen pemerintah pusat dan daerah. Kegiatan ini juga menjadi forum evaluasi bagi Kabupaten/ Kota terhadap penanggulangan TB di masing-masing daerah,” ujar dr. Aklima.
Ia menjelaskan, berbagai tantangan masih dihadapi dalam penanganan TB di lapangan, di antaranya kasus Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO), stigma masyarakat terhadap penderita TB, serta kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan yang belum optimal.
Sementara itu, dalam sambutannya Wakil Menteri Kesehatan menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penanggulangan TB sehingga dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
“Percepatan eliminasi TB membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam penguatan deteksi dini, pengobatan, edukasi masyarakat, dan pendampingan pasien,” ujarnya.
Wamenkes menyampaikan bahwa percepatan eliminasi TB menjadi bagian dari program Prioritas Nasional dan Quick Win Presiden Tahun 2024–2029. Pemerintah menargetkan penemuan kasus TB nasional mencapai 95 persen pada tahun 2025. Namun hingga saat ini, capaian nasional penemuan kasus baru sekitar 80 persen, sementara capaian pengobatan telah mencapai 93 persen dari target.
Khusus di Sumatera Barat, estimasi kasus TB tahun 2025 mencapai 25.037 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus yang berhasil ditemukan dan diobati baru sekitar 15.599 kasus atau 62 persen. Selain itu, baru Kota Bukittinggi dan Kota Solok yang berhasil mencapai target penemuan kasus TB.
Dalam kesempatan yang sama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan, sisa kasus yang belum tertangani menjadi perhatian bersama dalam percepatan eliminasi TB di Sumbar.
“Kasus di Sumbar sebanyak 25.037 dan yang sudah ditangani sekitar 15 ribuan atau 62 %, Sisanya inilah yang menjadi sasaran kita bersama,” jelas Mahyeldi.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus melakukan berbagai langkah percepatan, salah satunya melalui pembentukan Nagari, Desa, dan Kelurahan Siaga TB. Saat ini telah terbentuk 18 Nagari/Desa/Kelurahan Siaga TB dan jumlah tersebut akan terus ditingkatkan melalui penguatan kader-kader TB di lapangan.
Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan atas dukungan penuh terhadap program percepatan eliminasi TB di Sumatera Barat, baik melalui dukungan pendanaan maupun bantuan peralatan kesehatan.
“Kami juga telah menerbitkan Surat Keputusan Tim Percepatan Eliminasi TB, menyusun Rencana Aksi Daerah, serta menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penanggulangan Tuberkulosis,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa eliminasi TB harus dilakukan secara tuntas, terencana, dan berkesinambungan agar target bebas TB dapat tercapai.
Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI menambahkan sebagai langkah percepatan eliminasi TB, pemerintah mendorong berbagai strategi di antaranya penemuan kasus aktif melalui investigasi kontak, skrining TB menggunakan pemeriksaan X-Ray, pemanfaatan Tes Cepat Molekuler (TCM), penguatan layanan kesehatan pemerintah dan swasta, pemanfaatan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), hingga penguatan terapi pencegahan TB.
Selain penguatan layanan kesehatan, pemerintah pusat juga mendukung percepatan eliminasi TB melalui pembangunan rumah sakit berkualitas, program pemeriksaan kesehatan gratis (CKG), serta dukungan alat kesehatan seperti portable X-Ray untuk mendukung skrining TB di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes turut mendorong penguatan riset dan inovasi diagnostik TB melalui pengembangan tes Interferon Gamma Releasing Assay (IGRA) hasil kolaborasi Universitas Andalas dan RSUP Dr. M. Djamil Padang guna mendukung kemandirian diagnostik nasional.
Program percepatan eliminasi TB di Sumatera Barat juga mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis seperti KOPI TB, STPI Penabulu, dan RSSH ADINKES yang selama ini aktif mendukung penguatan layanan, pendampingan pasien, dan advokasi program TB di daerah.
Melalui Rakor ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan Sumatera Barat bebas Tuberkulosis. Rakor ditutup dengan penyusunan langkah tindak lanjut dan penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan layanan penanggulangan TB di seluruh daerah di Sumbar.