Hadiri Musrenbang RKPD Sumbar, Menteri PPN: Strategi pemulihan ekonomi harus segera kita jalankan

Hadiri Musrenbang RKPD Sumbar, Menteri PPN: Strategi pemulihan ekonomi harus segera kita jalankan

Berita Utama Dedi Oscar Adams, M.I.Kom.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 09 April 2021 18:35:49 WIB


Rilis

 

Tahun 2021 kita berharap ekonomi bisa tumbuh diatas 5%. melalui trajectory pertumbuhan ekonomi sekurang-kurangnya 5.7% maka pada tahun 2035 Indonesia akan lepas dari middle income trap. Demikian disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam sambutannya melalui daring dari Kota Bukittinggi pada pembukaan Musyawarah Rencana Pengembangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Sumbar tahun 2022 di Padang Convention Center (Inna Muara Hotel), Jumat (9/4/2021).

"Tahun lalu kita telah terklasifikasi sebagai negara upper middle income, saat itu kita memproyeksikan Indonesia mampu keluar dari jebakan middle income trap pada tahun 2035, tetapi kemudian terjadi pandemi Covid-19," ujarnya mengawali sambutan.

Saat ini, sejalan dengan percepatan vaksinasi masyarakat, strategi pemulihan ekonomi harus segera dijalankan.

"Hal ini sangat penting, karena kita telah mengalami ketertinggalan dari proyeksi awal akibat pandemi, dan akan menyebabkan kita kesulitan untuk keluar dari middle income trap hingga tahun 2040," ungkapnya.

Maka dari itu tahun 2022 ini, ketika herd immunity telah tercapai, akan menjadi kunci kebangkitan ekonomi dengan 10 Fokus pembangunan utama yaitu, industri, pariwisata, ketahanan pangan, UMKM, infrastrukrur, transformasi digital, pembangunan rendah karbon, reformasi pendidikan dan keterampailan, reformasi perlindungan sosial, dan reformasi kesehatan.

Sementara itu dalam arahan dan sambutan Menteri Dalam Negeri yang diwakili staf Ahli Mendagri Bidang Ekonomi dan pembangunan, Hamdani menyampaikan target pembangunan ekonomi nasional periode 2020-2024 adalah 5.4 hingga 6%. Ia menjelaskan langkah-langkah yang hendaknya dilaksanakan untuk mencapai target tersebut. 

Hamdani mendorong Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota untuk melakukan penyesuaian alokasi APBD guna mewujudkan percepatan pemulihan pembangunan ekonomi bila diperlukan, diiringi dengan menyiapkan persiapan-persiapan yang diperlukan dalam rangka memperoleh dukungan Dana APBN, serta menguatkan kerjasama antar daerah, terutama pada sektor pelayanan publik, infrastruktur, Dan pemanfaatan aset.

Disamping itu, Hamdani menjelaskan, pemerintah daerah memprioritaskan program dan kegiatan melalui refocusing pembangunan infrastruktur khususnya yang berbasis teknologi Informasi. "Kaitkan visi misi Bapak Guberbur dan Wakil Gubernur dengan upaya-upaya program pemulihan Ekonomi Nasional," lanjutnya.

Dalam pembukaan Musyawarah, Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi menjelaskan pentingnya perencanaan dalam pemulihan ekonomi dan reformasi struktural, "saat ini kita perlu melakukan transformasi ekonomi dari ketergantungan terhadap sumber daya alam," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan realisasi visi dan misinya yang sudah diselenggarakan, diantaranya fokus meningkatkan pendapatan dan nilai tambah produk pertanian, peningkatan dukungan dan peran perbankan untuk mendorong dan mengembangkan UMKM, pemanfaatan lahan tidur dan terlantar, peningkatan keahlian dan digitalilasi UMKM, serta pengembangan destinasi wisata baru.

"Kita harapkan seluruh OPD dapat berkontribusi secara strategis dalam pemulihan ekonomi," tutupnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan penghargaan pembangunan daerah serta pemerintah daerah dengan perencana aksi daerah pengarus persamaan gender terbaik. (AA/MMC)

 

Dinas Kominfo Sumbar