UPDATE ZONASI Kabupaten Kota di Sumatera Barat Minggu ke 55 Pandemi Covid-19 (Periode 28 Maret 2021 - 3 April 2021)
Berita Utama Drs. Jasman, MM.(SEKRETARIAT DAERAH) 28 Maret 2021 11:10:03 WIB
UPDATE ZONASI Kabupaten Kota di Sumatera Barat Minggu ke 55 Pandemi Covid-19
(Periode 28 Maret 2021 - 3 April 2021)
Berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-54 pandemi covid-19 di Sumatera Barat oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, maka mulai tanggal 28 Maret 2021 sampai tanggal 3 April 2021, ditetapkan zona daerah sebagai berikut
ZONA MERAH - RESIKO TINGGI (Skor 0 - 1,8)
TIDAK ADA
ZONA ORANYE - RESIKO SEDANG (Skor 1,81 - 2,40)
- Kabupaten Solok Selatan (skor 2,39)
- Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,37)
- Kabupaten Sijunjuang (skor 2,35)
- Kabupaten Pasaman (skor 2,23)
- Kota Solok (skor 2,33)
- Kabupaten 50 Kota (skor 2,32)
- Kabupaten Tanah Data (skor 2,29)
- Kabupaten Agam (skor 2,22)
- Kabupaten Solok (skor 2,12)
Catatan:
Pada minggu ke 55 pandemi covid-19 di Sumbar, terdapat 9 (sembilan) daerah Kabupaten Kota di Sumbar yang berada pada zona Oranye. Meningkat dari minggu sebelumnya dari 7 daerah ke 9 daerah.Yang paling rendah skornya pada minggu ini adalah Kabupaten Solok. Kabupaten Solok telah 6 minggu berturut-turut berada pada posisi terburuk dalam penanganan covid-19. Kabupaten Solok perlu mendapat perhatian serius, karena pertambahan positif dan tingkat kesembuhan warganya yang terpapar covid-19 sangat rendah.
ZONA KUNING - RESIKO RENDAH (Skor 2,41 - 3,0)
- Kota Pariaman (skor 2,78)
- Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,65)
- Kabupaten Pasaman Barat (skor 2,59)
- Kota Bukittinggi (skor 2,50)
- Kota Sawahlunto (skor 2,49)
- Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,45)
- Kota Padang Panjang (skor 2,45)
- Kabupaten Dharmasraya (skor 2,45)
- Kota Padang (skor 2,44)
- Kota Payokumbuah (skor 2,43)
Catatan:
Kota Pariaman menjadi yang terbaik minggu ini dengan skor tertinggi 2,78. mencatatkan skor terbaik dalam penanganan covid-19 (sesuai indikator kesehatan masyarakat), setelah sebelumnya rekor terbaik selalu diraih oleh Kabupaten Kepulauan Mentawai selama 6 bulan berturut-turut.
ZONASI HIJAU - TIDAK ADA KASUS
(Tidak ada tercatat penambahan kasus covid-19 dalam 1 bulan terakhir dan jika ada yang positif telah sembuh seluruhnya serta tidak ada kasus meninggal 1 bulan terakhir)
TIDAK ADA
Berdasarkan data tersebut di atas, pada minggu ke-55 pandemi covid-19 di Sumatera Barat, tidak ada daerah dengan zonasi merah dan hijau.
Semakin tinggi skor, semakin baik pengendalian penyebaran covid-19 di daerah tersebut.
Catatan:
Pada Minggu ke-55 ini, kondisi pandemi covid-19 di Sumbar adalah sebagai berikut:
- Provinsi Sumatera Barat masih berada pada zonasi KUNING (Resiko Rendah) dengan skor IKM 2,43.
- Positivity Rate 7,69 (Standard WHO 5,0). Namun secara nasional, PR Sumbar termasuk sangat rendah
- Sampai minggu ke 54, warga Sumbar yang telah terinfeksi covid-19 adalah 31.249 orang.
- Recovery Rate (tingkat kesembuhan) 94,49%, atau sembuh sebanyak 29.622 dari 31.249 orang yang terinfeksi. Merupakan capaian kesembuhan tertinggi secara nasional.
- Kasus Aktif sebanyak 1.045 orang (3,33%) dari 31.249 orang
- Rawat di RS Rujukan : 251 orang (0,80%)
- Isolasi Mandiri : 732 orang (2,34%)
- Isolasi dikarantina provinsi : 3 orang (0,01%)
- Isolasi dikarantina Kab/Kota : 59 orang (0,19%).
- Tingkat hunian rumah sakit (ruangan khusus rujukan pasien covid-19) adalah 23,88%
Catatan: Sumber Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat
---------------------------------------------------------------
INDIKATOR KESEHATAN MASYARAKAT (INDIKATOR PENETAPAN ZONASI)
Berikut 15 indikator kesehatan masyarakat yang terbagi menjadi 11 (sebelas) indikator epidemiologi, 2 (dua) indikator surveilans kesehatan masyarakat dan 2 (dua) pelayanan kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah:
- Penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
- Jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada
- Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
- Penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
- Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
- Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
- Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif
- Insiden kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk
- Penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk
- Penurunan angka kematian per 100.000 penduduk
- Jumlah pemeriksaan sample diagnosis mengikuti standar WHO (1 orang diperiksa per 1000 penduduk per minggu) pada level provinsi
- Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu
- Positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%)
- Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif COVID-19
- Jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19.
Dengan telah ditetapkannya status zonasi daerah pada minggu ke-55 ini, diminta Kabupaten Kota segera menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya dengan protokol masing-masing zona. Hal ini bertujuan agar penyebaran covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan.
Terima kasih,
Jasman Rizal, Dt. Bandaro Bendang
Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar
Berita Terkait Lainnya :
- Titik panas (hot spot) di Sumatera Barat hingga Juni 2013
- Pencairan Dana Desa Kabupaten/Kota di Sumatera Barat Tahun 2016
- 14 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat Akan Dilakukan Penilaian Adipura Tahap I
- Update Zonasi Kabupaten Kota di Sumatera Barat (Periode 15 Nopember sd 21 Nopember 2020)
- Update Zonasi Kabupaten Kota di Sumatera Barat (Periode 22 Nopember - 28 Nopember 2020)