UPDATE ZONASI Kabupaten Kota di Sumatera Barat Minggu ke 50 Pandemi Covid-19 (Periode 21 Februari 2021 - 27 Februari 2021)

UPDATE ZONASI Kabupaten Kota di Sumatera Barat Minggu ke 50 Pandemi Covid-19 (Periode 21 Februari 2021 - 27 Februari 2021)

Berita Utama Drs. Jasman, MM.(DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA) 21 Februari 2021 08:48:07 WIB


UPDATE ZONASI Kabupaten Kota di Sumatera Barat Minggu ke 49 Pandemi Covid-19
(Periode 21 Februari 2021 - 27 Februari 2021)

Berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-49 pandemi covid-19 di Sumatera Barat oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, maka mulai tanggal  21 Februari 2021 sampai tanggal 27 Februari 2021, ditetapkan zona daerah sebagai berikut

 

ZONA MERAH - RESIKO TINGGI (Skor 0 - 1,8)

TIDAK ADA

 ZONA ORANYE - RESIKO SEDANG (Skor 1,81 - 2,40)

  1. Kabupaten Pasaman Barat (skor 2,40)
  2. Kabupaten Agam (skor 2,23)
  3. Kabupaten Solok Selatan (skor 2,18)
  4. Kabupaten Solok (skor 2,17)

Catatan:
Pada minggu ke 50 pandemi covid-19 di Sumbar, hanya 4 (empat) daerah Kabupaten Kota di Sumbar yang berada pada zona Oranye. Yang paling rendah skornya itu adalah Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. 

 

ZONA KUNING - RESIKO RENDAH (Skor 2,41 - 3,0)

  1. Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,68)
  2. Kota Solok (skor 2,59)
  3. Kota Padang Panjang (skor 2,54)
  4. Kota Sawahlunto (skor 2,53)
  5. Kabupaten Sijunjuang (skor 2,49)
  6. Kabupaten Dharmasraya (skor 2,48)
  7. Kota Payokumbuah (skor 2,48)
  8. Kabupaten Pasaman (skor 2,47)
  9. Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,45)
  10. Kota Padang (skor 2,44)
  11. Kabupaten 50 Kota (skor 2,44)
  12. Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,43)
  13. Kabupaten Tanah Data (skor 2,42)
  14. Kota Pariaman (skor 2,42)
  15. Kota Bukittinggi (skor 2,41)

Catatan:
Melihat skor diatas, pada minggu ke 50 pandemi covid-19 di Sumbar, Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali memiliki skor terbaik sesuai indikator kesehatan masyarakat. Kita berharap dengan pemberlakuan Perda No. 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di Sumbar, akan semakin mempercepat memutus mata rantai covid-19 di Sumbar. 

 

 ZONASI HIJAU - TIDAK ADA KASUS

(Tidak ada tercatat penambahan kasus covid-19 dalam 1 bulan terakhir dan jika ada yang positif telah sembuh seluruhnya serta tidak ada kasus meninggal 1 bulan terakhir)

TIDAK ADA

Berdasarkan data tersebut di atas, pada minggu ke-50 pandemi covid-19 di Sumatera Barat, tidak ada daerah dengan zonasi merah dan hijau.

Catatan:
Semakin tinggi skor, semakin baik pengendalian penyebaran covid-19 di daerah tersebut.

Pada Minggu ke 50 ini, Provinsi Sumatera Barat kembali berada pada zonasi ORANYE, artinya berada pada resiko SEDANG (Skor 2,39), setelah sebelumnya selama 2 (dua) minggu berturut-turut berada pada zonasi KUNING.

INDIKATOR KESEHATAN MASYARAKAT (INDIKATOR PENETAPAN ZONASI)

Berikut 15 indikator kesehatan masyarakat yang terbagi menjadi 11 (sebelas) indikator epidemiologi, 2 (dua) indikator surveilans kesehatan masyarakat dan 2 (dua) pelayanan kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah:

  1. Penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  2. Jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada
  3. Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  4. Penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  5. Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  6. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  7. Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif
  8. Insiden kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk
  9. Penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk
  10. Penurunan angka kematian per 100.000 penduduk
  11. Jumlah pemeriksaan sample diagnosis mengikuti standar WHO (1 orang diperiksa per 1000 penduduk per minggu) pada level provinsi
  12. Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu
  13. Positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%)
  14. Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif COVID-19
  15. Jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19.

Dengan telah ditetapkannya status zonasi daerah pada minggu ke-50 ini, diminta Kabupaten Kota segera menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya dengan protokol masing-masing zona. Hal ini bertujuan agar penyebaran covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan. 

 

Terima kasih,

 

Jasman Rizal, Dt. Bandaro Bendang
Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar