Gubernur Sumbar Harapkan 'Nagari Tageh' Jadi Percontohan Nasional
Berita Utama TITA SHANIA(Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) 18 November 2020 10:43:26 WIB
Usai meresmikan 'nagari tageh' atau desa tangguh guna penanganan Covid 19 di Solok Selatan, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada Selasa (17/11) mengatakan bahwa dirinya mengharapkan agar 'nagari tageh' tersebut bisa menjadi percontohan bukan hanya di Sumbar, melainkan juga di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, pada Selasa kemaren, Gubernur Sumbar meresmikan rumah isolasi "Nagari tageh" guna penanganan COVID-19 di Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan.
Nagari Tageh merupakan konsep penanganan Covid 19 yang dimulai dari nagari, yang pembentukannya ikut didorong oleh Dr. Andani Eka Putra, yang tak lain adalah Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas, beserta rekan-rekannya.
nagari tageh atau dapat disebut juga desa tangguh, merupakan konsep penanganan Covid 19 yang melibatkan semua unsur nagari yakni TNI, Polri, tokoh masyarakat, pemuda/i, alim ulama, Cadiak Pandai, serta mahasiswa yang berasal dari nagari tersebut. keterlibatan seluruh unsur masyarakat merupakan modal sosial, termasuk untuk membantu kebutuhan pasien covid 19 di nagari tersebut, mulai dari kebutuhan pokok dan lainnya.
Sebelumnya, Dr. Andani mengatakan bahwa edukasi paling bagus dimulai dari tingkat nagari. Pembentukannya dibantu Perguruan tinggi yang membantu mengisi konsepnya dengan melibatkan semua unsur masyarakat, TNI/Polri, Pemda, serta mahasiswa di nagari tersebut.
Usai dipahami konsepnya, Gubernur Sumbar menyetujui pembangunan nagari tageh tersebut di Solok Selatan sebagai percontohan.
Pada kesempatan yang sama, Pjs Bupati Solok Selatan, Jasman Rizal mengapresiasi Wali Nagari di kabupaten itu yang punya komitmen terhadap upaya pencegahan, penanganan kasus COVID-19. Nagari tageh tak lain merupakan komitmen nagari untuk menyediakan rumah isolasi dan menghidupkan budaya saling menolong bagi pasien COVID 19
Nagari Tageh, bukan hanya mencakup aspek kesehatan, tetapi juga aspek ekonomi, sosial budaya, pangan, dan juga pendidikan, dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai konseptor, sekaligus sebagai pelakunya di lapangan.