DR. Andani : Prinsip Epidemiologi, Putus Mata Rantai Penyebaran Virus

Berita Utama TITA SHANIA(Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) 18 Juli 2020 15:36:22 WIB


Kian tak terkendalinya kasus penyebaran Covid 19 di Jawa Timur dan beberapa daerah lain membuat Ketuas Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid 19 yang juga merupakan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo mendatangkan kepala Laboratorium Diagnostik Riset Terpadu dan  Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand di Padang, Sumbar yakni DR. dr. Andani Eka Putra ke Jawa Timur. Hal tersebut lantaran Gugus Tugas Nasional menganggap Sumbar dibawah kendali Gubernur Irwan Prayitno berhasil melakukan langkah langkah pengendalian penyebaran virus yakni dengan melakukan tracing, testing dan treatment. Hal ini lebih lanjut dijelaskan oleh dr. Andani, bahwa kunci dalam penanganan epidemi yakni dengan fokus memutus mata rantai penyebaran virus. 

Keberhasilan itu tak terlepas dari padunya semua lini di Sumbar dalam penanganan Covid 19, dari mulai tracing yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan hingga pengecekan spesimen di lab Unand yang bisa mencapai lebih dari 2.000 sampel perhari, juga upaya treatment pada pasien positif yang kebanyakan adalah mereka yang tanpa gejala, di berbagai lokasi karantina. 

Didukung penuh oleh Gubernur, keberhasilan pengendalian penyebaran Covid 19 di Sumbar juga tak lepas dari peran sentral DR. dr. Andani Eka Putra yang memperkenalkan metode pool test dalam melakukan pemeriksaan spesimen, sehingga pemeriksaan dapat dilakukan dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat dapat diketahui hasilnya. Ini penting lantaran karena cepatnya pemeriksaan dilakukan, maka akan semakin banyak orang khususnya yang tanpa gejala dapat dilacak, ditangani dan dirawat dengan tepat.

Atas dasar itu pula, dr. Andani berbagi pengalamannya di lab di Jawa Timur pada Gubernur dan pemangku kepentingan setempat. Di daerah itu, ia melihat angka kematian cukup tinggi dan itu menandakan bahwa kasus sedang menanjak naik.Oleh karena itu, penting untuk melakukan tracing secara cepat serta melanjutkannya dengan pemeriksaan sampel sebanyak banyaknya sehingga itu bisa mempercepat pemutusan mata rantai.

Terkait dengan hal tersebut, Rektor Unand, Prof. Yuliandri pada Jum'at (17/07)  mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengapresiasi Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (PDRPI) FK. Unand, sebagai Lab Rujukan Nasional untuk Pemeriksaan Covid-19 di Sumatera Barat, di bawah Pimpinan Dr.dr. Andani Eka Putra. Prof. Yuliandri mengatakan bahwa Sumatera Barat senantiasa berupaya memutus rantai penularan. Metode ini dilakukan dengan cara menangkap orang yang berpotensi sebagai penular terutama kelompok tanpa gejala (silent spreader).

Peran ini, tidak bisa dilepaskan dari dukungan semua unsur baik Kemenkes, BNPB, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan stake holders lainnya, yang memberikan berbagai fasilitas serta bantuan untuk menunjang operasional dan kinerja lab.

Labor yang dipimpin Dr Andani, dalam pelaksanaanya tenaga utama adalah mahasiswa S3 dan S2 Biomedik FK. Unand serta 10 orang dosen Fakultas Kedoketran Unand yang berminat bergabung bersama- sama (6 Doktor dan 10 mahasiswa S3 Biomedik FK. Unand). Total tenaga 60 orang yang dibagi dalam 3-4 shift kerja dengan total masa kerja maksimal 24 jam/hari.