Dr. Andani : Tracing Masif Kunci Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid
Berita Utama TITA SHANIA(Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) 08 Juni 2020 09:11:24 WIB
Pimpinan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Dr. Andani Eka Putra, pada Minggu (07/06) di Padang mengatakan bahwa pelaksanaan tracing yang masif merupakan kunci untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Sumbar. Meniru langkah yang dilakukan Korea Selatan (Korsel), Dr. Andani mengatakan dirinya optimis bahwa penanganan penyebaran Covid 19 di Sumbar berjalan baik. Sejauh ini, Sumbar sudah melakukan pengujian dari 0,43 persen dari jumlah penduduk Sumbar. Angka ini jauh melebihi kapasitas uji nasional yang hanya berkisar 0,08% .
Dr. Andani menambahkan, edukasi masif kepada masyarakat, trace test, isolation and treatment, survailance dan tes masif berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) pada semua komponen harus dilaksanakan dengan efektif. Selain untuk mempercepat memutus mata rantai penyebaran virus ini, hal ini akan sangat mendukung pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid 19 (TNBPAC) di Sumbar.
Terkait kapasitas pengujian PCR, Dr. Andani mengatakan bahwa laboratorium Unand yang dipimpinnya mampu menampung 2.000 hingga 2.500 pemeriksaan setiap harinya, dimana angka itu merupakan angka pengujian sampel tertinggi di Indonesia. Prestasi ini bahkan melampaui penorehan pengujian sampel yang dilakukan oleh tiga lab besar di Indonesia yakni Laboratorium Litbang Kementerian Kesehatan, Laboratorium Litbangkes DKI Jakarta, dan Laboratorium Eijkman. Adapun angka tertinggi pengujian yang pernah dilakukan lab Fakultas Kedokteran Unand adalah 1.570 sampel per hari.
Dr. Andani menyebutkan keberhasilan upaya penanganan ini salah satunya berkat dukungan Gubernur Sumbar serta jajaran RS Unand yang sejauh ini memberikan support maksimal sehingga semua pekerjaan dapat dijalankan dengan baik. Ia juga mengatakan, hal terpenting untuk memutus penyebaran Covid 19 dengan cepat adalah menemukan orang orang yang berpotensi menularkan.
Berita Terkait Lainnya :
- Nurnas : Harus Ada Evaluasi Detail Penyelenggaraan TdS
- Pemanggilan Peserta Tahap I Tenaga Kesehatan Tanggap Darurat Covid-19
- Pemanggilan Peserta Tahap II Tenaga Kesehatan Tanggap Darurat Covid-19
- DR. Andani : Prinsip Epidemiologi, Putus Mata Rantai Penyebaran Virus
- Kaban Kesbangpol Sumbar : Aktivitas Pariwisata Dibuka, Waspada Penyebaran Covid 19