Tidak Ada Tambahan Positif Covid 19 Dari Padang, Sumbar Catatkan Positivity Rate dan Angka Kesembuhan Tinggi.

Berita Utama TITA SHANIA(Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) 18 Juli 2020 15:04:05 WIB


Penambahan kasus konfirmasi positif Covid 19 masih terjadi di Sumbar. Pada Jum'at (17/07), berdasarkan pemeriksaan spesimen yang dilakukan oleh Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand dan Balai Pengujian Veteriner Baso di Agam, terkonfirmasi 7 tambahan kasus positif Covid 19 di Sumbar. Namun, dari 7 tersebut, tidak ada yang berasal dari kota Padang, yang masih merupakan kawasan oranye penyebaran Covid 19 di Sumbar. 

Sumbar juga masih mencatatkan positivity rate terendah secara nasional. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh lab pimpinan DR. dr. Andani Eka Putra hingga Jum'at pagi (17/07), diperika sebanyak 2.013 spesimen dan hanya terkonfirmasi 7 orang positif. Adapun 7 orang tersebut berasal dari kota Payakumbuh (1 orang), kabupaten Dharmasraya (5 orang) dan kota Solok (1 orang). Sedangkan pada hari itu terdapat tambahan 2 orang lagi pasien sembuh yakni berasal dari kota Padang.

Dari sisi kesembuhan pasien, Sumbar juga mencatatkan angka kesembuhan yang tinggi. Dari total 813 yang terkonfirmasi positif, sebanyak 692 orang telah dinyatakan sembuh dengan persentase sekitar 85,1 % dimana angka ini merupakan salah satu persentase kesembuhan tertinggi nasional. Sedangkan yang dirawat di berbagai rumah sakit kini hanya berkisar sekitar 5,5 % dari total kasus, dan yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 2,1 %. Sedangkan angka meninggal dunia tidak ada penambahan. 

Data tersebut sesuai dengan yang dingkapkan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, beberapa waktu lalu. Ia mengatakan bahwa meski sempat masuk 5 besar kasus positif tertinggi nasional pada bulan April lalu, dengan upaya tracing, testing dan treatment yang baik, Sumbar mampu mengendalikan penyebaran Covid 19 dan turun ke posisi 15 secara nasional, serta menjadi provinsi dengan positivity rate terendah. Gubernur juga mengatakan bahwa berkat kerja keras seluruh jajaran termasuk tenaga medis maka kasus meninggal dapat ditekan dan sangat diupayakan untuk tidak terjadi lagi.