Gubernur Sumbar : Buka Pariwisata, Minimal 200 Tes Usap Dilakukan Per Hari

Berita Utama TITA SHANIA(Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) 14 Juli 2020 14:04:46 WIB


Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, pada Senin (06/07) melakukan evaluasi pelaksanaan tatanan normal baru dan aman COVID melalui video conference dengan Bupati/Waliota se- Sumbar. Didampingi Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Irwan mengatakan bahwa Sumbar merupakan daerah yang sudah membuka sektor pariwisata.

Untuk itu, guna memastikan keamanan kehidupan masyarakat khususnya pada era tatanan normal baru, pemerintah daerah akan melakukan tes usap ke minimal 200 masyarakat setiap harinya, termasuk pada yang terkait di bidang jasa. Seluruh pegawai hotel, pegawai restoran, supir taksi, pedagang, semuanya harus dilakukan tes usap dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Gubernur mengatakan hal tersebut penting untuk dilakukan. Karena apabila tidak terus diawasi atau masyarakat lalai dengan kebijakan yang ditetapkan, maka bisa saja akan terjadi ledakan baru. Menindaklanjuti hal ini perlu dilakukan promosi dengan tagline "Wisata Tanpa Covid 19".

Adapun yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan semua tahap seperti persiapan, penyusunan kebijakan dan eksekusi lapangan. Meski tak mengharapkan adanya klster baru penyebaran Covid 19 di Sumbar, Gubernur menegaskan bahwa apabila kedepannya ternyata ada klaster baru, maka pemprov harus cepat melakukan tracking terhadap keluargan dan kerabat orang orang yang positif pada klaster tersebut.

Gubernur Sumbar juga mengatakan bahwa selagi belum ditemukan obatnya, maka penyebaran Covid 19 berkemungkinan akan terus terjadi. Untuk itu semuanya tergantung pada pengendalian yang dilakukan oleh pemprov dan didukung oleh masyarakat. Adapun selama masa tatatan normal baru tetap dilakukan upaya T2IT (testing, tracking, isolasi, dan treatment). Saat ini isolasi telah ditutup untuk penghematan biaya. Namun pemprov tetap waspada apabila terjadi lonjakan kasus baru.

Untuk tindakan pencegahan, pemprov tetap memberlakukan pengawasan di perbatasan dengan disiplin protokol kesehatan (penyadaran, edukasi, sosialisasi untuk meredam terpaparnya masyarakat terhadap covid)