Menyikapi Wabah Corona Virus Secara Bijak

Artikel Yal Aziz(Tenaga Artikel) 16 Mei 2020 13:31:38 WIB


Oleh Yal Aziz
JIKA kita berbicara data tentang kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, ternyata yang terdeteksi pertama kali terjadi, Senin, 2 Maret, 2020 dan lagsung  diumumkan oleh Presiden Joko Widodo. Maka sejak hari itu, jumlah kasus positif Corona semakin bertambah dari hari ke hari. Ada pasien yang meninggal dunia, banyak juga yang dinyatakan negatif dan akhirnya sembuh.

Di Sumatera Barat misalnya, Rabu 13 Mei 2020, sampai pada pukul 10.00 WIB, ternyata warga Sumbar positif terinfeksi covid-19 bertambah 20 orang lagi. Sehingga totalnya menjadi 339 warga Sumbar yan terkonfirmasi positif terinfeksi covid-19

Sementara secara nasional, hingga   Rabu, 13 Mei, 2020 sampai pukul 12.00 WIB, pasien yang positif bertambah 698 kasus. Sehingga total kasus positif 15.438 orang. Sementara angka sembuh bertambah sebanyak 224 orang. Kasus sembuh total secara akumulatif sebanyak 3.287 orang. Sedangkan untuk kasus meninggal bertambah 21 orang. Sehingga total meninggal dunia sebanyak 1.028 orang.

Sebagaimana kita ketahui, sejak akhir 2019 lalu hingga awal 2020 dunia kesehatan telah dihebohkan dengan merebaknya virus misterius di China yang telah menyebar ke negeri-negeri lain. Belakangan diketahui bahwa itu adalah virus corona, atau coronavirus, yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya. Kenapa? Karena secara media, virus corona adalah zoonosis. Maksudnya, cara penyebaran virus ini bisa ditularkan dari hewan ke manusia. Fakta ini berdasarkan penyelidikan yang telah dilakukan secara terperinci menemukan bahwa SARS-CoV ditularkan dari musang ke manusia, dan MERS-CoV dari unta Arab ke manusia.

Kemudian,  31 Desember 2019, kantor WHO di China diberitahu tentang kasus pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui terdeteksi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kemudian pada 7 Januari 2020 pihak berwenang China mengidentifiasikan bahwa penyebabnya adalah virus corona baru (novel coronavirus).

Selanjutnya, 11 Februari 2020, WHO memberi nama khusus untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, yaitu COVID-19 yang adalah singkatan dari coronavirus disease 2019 (penyakit virus corona 2019). Belakangan virus corona baru itu juga diberi nama SARS-CoV-2, singkatan dari severe acute respiratory syndrome coronavirus 2.

Khusus kasus Wabah di Wuhan ini  dikaitkan dengan pasar makanan laut dan pasar hewan hidup yang besar di sana, mengingat cara penyebaran virus corona yang melalui hewan. Belakangan semakin banyak pasien dilaporkan tidak mengunjungi pasar hewan, yang menunjukkan bahwa penyebarannya dari orang ke orang.

Tidak hanya di China, kasus infeksi virus tersebut juga dilaporkan terjadi di Italia, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Jepang, Malaysia, Australia, Jerman, Amerika Serikat, Prancis, Indonesia, dan banyak negara lainnya (lebih dari 100 negara). Di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 dilaporkan kasus positif COVID-19 yang pertama. Dan saat artikel ini ditulis, penyelidikan sedang berlangsung untuk mempelajari virus ini lebih lanjut.

Meski virus corona berasal dari hewan, namun cara penyebaran virus ini pada manusia umumnya menular dari orang yang telah terinfeksi ke orang lain dari jarak dekat (sekitar 6 kaki atau 180 cm).

Berdasarkan catatan medis, virus corona dianggap paling menular saat seseorang yang terinfeksi telah menunjukkan gejala-gejala. Karena itu disarankan untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dan menghindari kontak langsung dengan seseorang yang memiliki gejala mirip flu.

Untuk itu kini, kita harus paham dan mengerti dengan penularan virus corona tersebut. Tujuannya gara kita terhindar dari penularan virus corona yang telah menghebohkan dunia tersebut.

Sedangkan sebagai umat Islam,  kita pun harus tahu dan paham dengan padangan agama Islam terhadap penyakit wabah virus corona ini.

Sebagaimana kita ketahui, agama Islam  adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh lini kehidupan, baik itu hal yang kecil sekalipun sampai kepada perkara yang besar, termasuk di dalamnya juga masalah makanan. Sebagai mana hadis dari Abu Hurairah r.a ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: "Sesungguhnya Allah itu baik, dan Allah tidak mau menerima sesuatu kecuali sesuatu itu adalah baik.”

Kemudian Allah Yang Maha Kuasa. juga berfirman dalam Q.S Al-Mukminun: 51 yang artinya: "Wahai para Rasul, makanlah olehmu dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah olehmu amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Dari sini dapat kita lihat bahwa Allah  dan Rasul-Nya memerintahkan kita selaku umatnya untuk memilih makanan yang halal lagi baik untuk dimakan, sebagaimana ditemui dalam kitab Hâsyiyat âl Qalyûbî wa Umairah disebutkan : “Dikatakan bahwa Al-Khuthâf untuk jenis binatang kelelawar, yaitu Al-Wathwhat hukumnya juga haram untuk dikonsumsi,” (Syekh Qalyubi dan Umairah, Hâsyiyat âl Qalyûbî wa Umairah, juz 4, halaman 642).

Kedepan tentu kita berharap agar masyarakat, khususnya masyarakat Sumatera Barat untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan kehidupan sehai-hari dengan selalu taat beribadah melaksanakan shalat,  sebagaimana yang diperintahkan Allah dan rasul.

Kemudian dengan melaksanakan cara beruduk yang benar dan sesuai dengan perintah Allah dan Nabi Muhammad, niscaya kita akan terhindar dari wabah corona virus. Semoga. (penulis wartawan tabloidbijak.com)