Awal Tahun 2020 Lima Desa Mentawai Dapat Fasilitas Internet 4G

Awal Tahun 2020 Lima Desa Mentawai Dapat Fasilitas Internet 4G

Berita Utama Desi Marlinda(Diskominfo) 09 Januari 2020 08:04:02 WIB


Mentawai - Kabupaten Kepulauan Mentawai kini bisa menikmati jaringan internet 4G awal tahun 2020 ini. Stasiun BTS di lima desa bantuan Dinas Komunikasi dan Informatika Mentawai, yang mana lima desa tersebut terdiri dari Desa Matobe di Kecamatan Sikakap, Desa Betumonga, Kecamatan Pagai Utara, Bojakan Siberut Utara dan Simalegi Siberut Barat dan Katurei Siberut Barat Daya.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) seperti Internet sangat bermanfaat baik dalam menunjang kinerja sistem informasi desa. Dengan adanya jaringan internet, desa dapat mencari berbagai informasi di bidang pemerintahan, pertanian, peternakan dan lainnya dengan lebih cepat.

Sofyan Sinaga, kepala teknisi pemasangan V.sat dan antena mengatakan, pemasangan antena dan V.sat di Matobe dan Betumonga BTS dikerjakan sejak 29 Desember sampai 5 Januari 2020 dengan empat teknisi di dua titik  BTS  tersebut. “Kini jaringan sudah aktif dan dapat menelepon dan internetan,” katanya di Sikakap, Minggu (5/1/2020).

Kapasitas jaringan internet 4G tersebut memiliki radius jangkauan jaringan hingga 3 kilometer. Di Betumonga jaringannya sudah aktif 100 persen, sementara di Matobe jaringannya masih lamban apalagi siang hari.

Selain di Matobe dan Betumonga, BTS di Bojakan dan Simalegi sudah aktif. “Sementara di Katurei tinggal menunggu pengaktifan jaringan, jika ada jadwal kapal rencananya 9 Januari ini ke sana,” kata Sofyan. 

"Tahun depan masih ada BTS yang dibangun tersebar di Mentawai tapi belum tahu dimana titiknya" ujarnya menambahkan.

Pances, warga  Seppungan Desa Matobe mengaku jaringan internet di dusunnya lumayan lancar meski mengaksesnya di lokasi rumah yang agak tinggi. “Jarak dari lokasi BTS di Matobe ke Seppungan 3 kilometer dan juga batas jaringan telekomunikasi dari BTS Matobe  di Mangau-ngau Desa Matobe juga mencari jaringannya masih di titik tertentu tapi masih kurang karena jaraknya sudah lebih 3 km sehingga kurang jaringannya,” katanya .

Meski demikian Pances bersyukur karena dirinya tak perlu jauh-jauh ke Desa Sikakap jika ingin mengakses jaringan internet.