SYAIFUL: PRAPON DAN PORWIL BUKAN AJANG UJI COBA
Berita Utama () 16 April 2019 15:16:30 WIB
PADANG,SP...Kejurnas Pra Pon dan Porwil bukan sebagai ajang uji coba, namun iven tersebut merupakan tiket lolos atlet berlaga di ajang PON 2020 Papua nanti.
Hal ini disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, Syaiful kepada wartawan, Selasa (16/4/2019) di Kantor Koni Sumbar Jalan Rasuna Said Padang.
Lebih lanjut disampaikannya, Pengurus Provinsi (Pengprov) masing-masing Cabor diminta mempersiapkan atlet yang benar- benar memiliki prestasi untuk di bawa bertanding pada Kejurnas Pra PON dan Porwil nanti.
“Pengprov Cabor tentunya bisa menganalisis atlet yang memiliki potensi untuk lolos PON sesuai kriteria yang ditetapkan KONI. Jangan asal mengirim atlet, karena untuk Pra PON kita menargetkan atlet harus berada di empat besar, dan Porwil berada pada finalis” ujar Syaiful
Dia menambahkan, keberangkatan atlet pada dua iven besar tersebut, haruslah melihat asas kemampuan dan kepatutan atlet. Sehingga anggaran yang dikelola KONI Sumbar dapat terfokus untuk atlet yang berkualitas, bukan untuk kuantitas.
Dia mencontohkan seperti Cabor tinju nomor yang dipertandingkan sebanyak 17 nomor. Belum tentu semua nomor akan diikuti. “Kita harus menanyakan dulu kepada pelatih pengprov cabor, prestasi apa yang telah diraih oleh atlet tersebut, kalau prestasinya ada dilevel nasional tentu akan kita kirim. Apabila prestasi atlet hanya tingkat kota dan kabupaten tentu akan kita pertimbangkan dulu,” terangnya.
“Lebih baik kita berangkatkan atlet yang memiliki kemampuan, sehingga anggaran yang diterima atlet lebih maksimal dan tidak mubazir, karena anggaran yang kita terima sekarang sangat minim,” tambah Syaiful.
Begitu juga dengan Cabor permainan meskipun bisa meraih medali di Kejurnas tetapi tidak memenuhi limit PON tidak akan dikirim.
KONI Sumbar dikatakan Syaiful, memiliki 45 Cabor yang dipertandingkan di dua iven olahraga terakbar 2019. Untuk diberangkatkan semuanya Koni Sumbar tetap berpatokan pada kelayakan karena ini menyangkut anggaran.
“ Kita harap cabor untuk rasionalisasi atlet berpotensi, sehingga atlet yang berangkat nanti meraih prestasi untuk lolos berlaga pada PON 2020. Sehingga KONI Sumbar dapat mempertanggung jawabkan anggaran negara yang dipergunakan kepada pimpinan,’’pungkas Syaiful. ( Mul )