Nilai Tukar Petani Sumatera Barat Mengalami Penurunan

Nilai Tukar Petani Sumatera Barat Mengalami Penurunan

Berita Utama Desi Marlinda(Diskominfo) 02 April 2019 15:51:38 WIB


Padang, InfoPublik - Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Barat bulan Maret 2019 tercatat sebesar 96,87 persen atau turun 0,91 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 97,75 persen.

Demikian pernyataan itu disampaikan Kepala Bagian Statistik Distribusi BPS Provinsi Sumatera Barat, Teguh Sugiarto di Padang, Senin (1/4/2019).

Dikatakan NTP Maret 2019 terdapat 4 (empat) subsektor mengalami penurunan, yakni subsektor tanaman pangan (1,38 persen), hortikultura (0,19 persen), tanaman perkebunan rakyat (1,51 persen) dan perikanan (0,77 persen) sedangkan subsektor yang mengalami peningkatan terdapat pada peternakan (0,28 persen).

BPS juga melaporkan bahwa indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,23 persen dan indek harga yang yang dibayar petani mengalami peningkatan sebesar 0,69 persen. 

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga dipedesaan pada 11 kabupaten di Sumatera Barat pada bulan Maret 2019, NTP mengalami penurunan dibanding Bulan Februari 2019 sebesar 0,91 persen, yaitu dari 97,75 menjadi 96,87.

"Hal ini disebabkan oleh penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,23 persen dan indeks harga pada kelompok barang dan jasa yang dikomsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian mengalami peningkatan sebesar 0,69 persen" jelas Teguh.

Sedangkan pada subsektor perikanan terbagi menjadi dua, yaitu subsektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya dengan NTP masing-masing sebesar 110,74 dan 1056,74.

“Secara regional, di Sumatera Barat pada bulan Maret 2019 terjadi deflasi di daerah perdesaan sebesar 0,93 persen yang disebabkan terjadinya deflasi pada 6 (enam) kelompok pengeluaran meliputi kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 1,53 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,59 persen, kelompok sandang 0,20 persen, kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olagraga 2,10 persen dan kelompok trasportasi dan komunikasi 0,27 persen, walaupun kelompok perumahan mengalami deflasi sebesar 0,04 persen,” ujarnya. (ESN/DM/MMC Diskominfo)