PHBS DAN LBS CEGAH DEMAM BERDARAH
Artikel Zakiah(Tenaga Artikel) 23 Maret 2019 22:35:06 WIB
PHBS DAN LBS CEGAH DEMAM BERDARAH
Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat Tahun 2019 ini kembali masuk nominasi dalam Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan. Dimana salah satu kategorinya adalah Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), dan melalui penilaian ke Kota Bukittinggi serta Kabupaten Pasaman Barat, Tim Penilai dari PKK Pusat serta Departemen Kesehatan RI dan BKKBN telah datang melakukan verifikasi lapangan pada tanggal 11 sampai 13 Maret 2019.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya menjaga lingkungan selalu bersih dan sehat serta menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Karena sehat itu menjadi mahal ketika datangnya penyakit yang bisa memakan biaya besar dalam pengobatan dan kadang berujung kematian. Seperti contohnya penyakit demam berdarah, yang sudah banyak memakan korban di masyarakat kita.
Melihat cuaca yang tidak menentu saat ini, terkadang panas terik dan terkadang hujan cenderung menimbulkan banyak gangguan kesehatan, termasuk berjangkitnya Demam Berdarah. Kita tentu tidak ingin penderita demam berdarah ini terus bertambah. Memang pada saat cuaca pancaroba seperti saat sekarang membuat lingkungan kita menjadi mudah terserang penyakit, apalagi musim hujan beberapa waktu lalu. Banyak genangan air yang digunakan nyamuk untuk menetaskan telur dan berkembang biak. Tentunya jika telur tersebut berhasil menetas, ancaman penyakit yang disebabkan oleh nyamuk juga semakin besar.
‘Mencegah lebih baik dari pada mengobati’ ini perlu kita amalkan karena hingga kini, belum ada vaksin atau obat antivirus bagi penyakit ini. Untuk mengatasi hal tersebut, kita harus melakukan pencegahan sebelum terlambat. berikut adalah cara mencegah demam berdarah yang bisa dipraktekkan di lingkungan rumah kita.
Pertama, dari sisi lingkungan, pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan PHBS (Perilaku Bersih dan Hidup Sehat) serta LBS (Lingkungan Bersih dan Sehat ) antara lain dengan 3 M yaitu menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu, mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali, menutup dengan rapat tempat penampungan air, mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah, perbaikan desain rumah. Kemudian hindari ruangan yang lembab dan perbaiki sirkulasi udara karena ruangan yang lembab sangat suka dihinggapi nyamuk.
Selanjutnya jangan biarkan baju kotor menumpuk. Baju atau celana yang kotor mempunyai banyak kuman dan sangat suka dihinggapi nyamuk. Juga menanam tanaman anti nyamuk, misalnya bunga lavender atau jeruk, agar nyamuk tidak berani masuk. Biarkan sinar matahari masuk ke ruangan. Nyamuk tidak suka dengan matahari dan sinar matahari yang panas bisa membuat nyamuk itu kehilangan cairan dan akhirnya mati.
Kedua, secara biologis, Vektor nyamuk pembawa virus dengue dapat dikontrol dengan menggunakan ikan pemakan jentik dan bakteri.
Ketiga, secara Kimiawi, dengan pengasapan (fogging) dapat membunuh nyamuk dewasa, sedangkan pemberian bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air dapat membunuh jentik-jentik nyamuk. Selain itu dapat juga digunakan larvasida.
Namun yang terpenting adalah PHBS dan LBS tadi, sementara fogging biasanya dilakukan bila suatu daerah memang sudah terdeteksi wabah dan jangan sampai sudah terjadi wabah usaha pencegahan baru kita lakukan. PKK terutama pada Pokja IV selalu mencanangkan dan menyuarakan PHBS dan LBS dalam setiap kegiatan terutama terhadap para kader, agar mengajak keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya untuk bersih dan sehat.