Memanfaatkan Waktu Istirahat dengan Shalat

Artikel Yal Aziz(Tenaga Artikel) 06 Maret 2019 10:09:48 WIB



SEBAGAI umat Islam, kita diwajibkan melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari semalam, yakni subuh, zuhur, asar, magrib dan isya. Kemudian, salat lima waktu itu hukumnya wajib dan berdosa kalau tidak melaksanaannya. 

Khusus tentang salat ini, ada dalil hadist Nabi Muhammad. “Janji yang terikat erat antara kami dengan mereka ialah shalat. Maka barang siapa yang meninggalkan berarti ia telah kafir.” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan).

Kemudian hadist ini diperkuat dengan Firman Allah SWT. QS. Taha : 14  Artinya : “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.” (Qs. Taha : 14).

Bahkan, amal yang pertama kali ditanya Allah SWT pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalat seseorang buruk maka ia akan mendapatkan siksa yang pedih. Dalilnya Sabda Rasulullah SAW.   : “Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah shalat.”  (HR. An Nasal dan At Turmudzi)

Shalat dalam Islam adalah sebagai tiang agama. Orang yang mendirikan salat berarti yang bersangkuta telah menegakkan agama, sebaliknya, bila orang tersebut tidak melaksanakan salat berarti dia telah meruntuhkan agamanya. Oleh karena itu, bagi seorang muslim hendaknya memperhatikan salatnya dengan sebaik-baiknya sehingga termasuk orang yang menegakkan agamanya. Dalilnya Sabda Rasulullah SAW : “Salat adalah tiang agama, barang siapa mendirikan salat berarti mendirikan agama, barang siapa menghilangkannya, berarti telah menghancurkannya”. (HR. Baihaqi)

Adapun sarat wajib shalat tersebut, Islam, Baligh, Suci (dari Haid dan Nifas), Berakal, Dakwah telah sampai, melihat atau mendengar, serta dalam kondisi bangun alias tidak tidur. Kemudian, shalat merupakan jalan penghubung antara diri kita dengan Allah Yang Maha Berkuasa dan sarana untuk mendapatkan rahmat dan keridhaan-Nya. Shalat juga merupakan jalan penghubung antara diri kita dengan Allah dan sarana untuk mendapatkan rahmat dan keridhaan-Nya.


Hanya saja, hingga kini masih banyak umat Islam yang hanya melaksanakan shalat wajib saja dan sangat langka atau jarang melaksanakan salat sunat. Padahal, shalat sunat banyak hikmah dan manfaatnya, seperti salat tahajut dan shalat dhuha. 

Adapun di antara keutamaan dan pahala yang akan kita peroleh dengan menjalankan shalat sunnah adalah sebagai berikut:

I. Mendatangkan Keberkahan di Rumah. Mengerjakan shalat sunnah di rumah akan mendatangkan keberkahan. Berbeda dengan shalat fardhu, shalat sunnah lebih utama dikerjakan di rumah masing masing kecuali shalat shalat sunnah yang memang disyaratkan untuk dikerjakan secara berjamaah di masjid."Wahai sekalian manusia, kerjakanlah shalat(sunnah) di rumah sekalian, sebab shalat yang paling utama adalah shalat seseorang yang dikerjakan di rumahnya, kecuali shalat fardu." (HR.al-Bukhari)

2. Mendatangkan Kecintaan dari Allah sebagaimana diterangkan dari hadist nabi."Allah swt akan mencintai mereka yang mengerjakan amalan- amalan sunnah (nawafil), termasuk shalat-shalat sunnah."(HR al-Bukhar)

3. Meninggikan Derajat Seorang Mukmin. Shalat adalah amalan yang terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Rasulullah saw bersabda;"Istiqamahlah kamu semua, janganlah kamu menghitung-hitungnya, dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal-amalmu adalah shalat." (HR. Ibnu Majah). Selanjutnya, amalan shalat sunnah juga merupakan ibadah yang dapat meninggikan derajat seseorang serta menghapus dosa-dosanya yang lalu.


4. Menutupi Kekurangan Shalat Fardhu. Sungguh sulit bagi kita untuk mengerjakan ibadah teramat fardhu secara sempurna. Adalah hal yanglumrah terjadi apabila kita mengerjakan shalat fardhu, maka akan banyak ditemukan kekurangan di sana sini, seperti tidak khusyuk, bacaan ayat-ayat Al Quran yang kurang dan kesalahan kesalahan yang lainnya. Dari sinilah maka shalat shalat sunnah berfungsi untuk menutupi segala kekurangan yang mungkin terjadi ketika mengerjakan shalat fardhu ini.


5. Shalat Sunnah sebagai Sarana Doa dan Permohonan. Sesungguhnya manusia dengan upaya dan kekuatannya adalah lemah dan hanya dengan kekuatan Allah-lah ia menjadi kuat. Setiap manusia membutuhkan pertolongan Allah swt agar sukses dalam melaksanakan tugas-tugasnya di bumi ini. Dan tekun melaksanakan ibadah fardhu dan sunnah sehari-han adalah cara untuk mendapatkan pertolongan Allah.


6. Shalat Sunnah Menyebabkan Ketenangan. Amalan ibadah sehari-hari merupakan penyebab ketenangan hati dan kedamaian jiwa. Allah swt berfirman. "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah, hati merasa tenang."(QS. ar-Ra'd: 28)


Khusus shalat Dhuha sebagaimana dijelaskan di dalam kitab “An-Nurain” Sabda Rasullullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam yang maksudnya : “Dua rakaat Dhuha menarik rezeki dan menolak kepapaan.” Kemudian dalam satu riwayat yang lain Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda yang maksudnya: “Barangsiapa yang menjaga sembahyang Dhuhanya niscaya diampuni Allah baginya aku segala dosanya walaupun seperti buih dilautan.”(Riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi) 

Dan daripada Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu berkata :“Aku mendengar Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam berkata : “Barangsiapa yang mengerjakan sembahyang sunat Dhuha dua belas rakaat dibina akan Allah baginya sebuah mahligai daripada emas”(Riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi) 

Waktu shalat Dhuha adalah dari naik matahari sampai sepenggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir, tetapi disunatkan dita’khirkan sehingga matahari naik tinggi dan panas terik. Cara menunaikannya pula adalah sama seperti shalat-shalat  lain yaitu dua rakaat satu salam. 

Boleh juga dikerjakan empat rakaat, enam rakaat dan lapan rakaat. Alasannya, menurut sebahagian ulama jumlah rakaatnya tidak terbatas dan tidak ada dalil yang membatasi jumlah rakaat secara tertentu, sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah bermaksud:“Adalah Nabi Sallallahu ‘alaihi wasallam bersembahyang Dhuha empat rakaat dan menambahnya seberapa yang dikehendakinya.”(Hadis riwayat Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah).

Kini mumpung masih hidup dan sehat ada baiknya memperbanyak ibadah, baik shalat wajib maun salat sunat, seperti shalat Dhuha. Manfaatkan waktu bekerja dan shalat dhuha yang jumlah rakaatnya bisa dua, empat dan delapan rakaat tergantung kemampuan dan keinginan. (Dari berbagai sumbar dan penulis wartawan tabloidbijak.com)