Wagub : Pagaruyuang merupakan pusat kerajaan Minang Sumatera Barat

Berita Utama TITA SHANIA(Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) 30 September 2018 14:46:40 WIB


Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, menyebutkan bahwa Pagaruyuang merupakan pusat kerajaan Minang di Sumbar yang sekaligus sebagai tempat bertanya , tempat mengadu berbagai persoalan. Wagub juga mengatakan bahwa Pagaruyuang merupakan kerajaan tertua di Sumbar, yang sampai ke negeri Sembilan, Brunei Nusantara dan seluruh Nusantara.

Hal itu diungkapkan Wagub saat menghadiri kegiatan melewakan Raja Adat Minangkabau, yang bertempat di Silinduang Bulan, Nagari Pagaruyuang, Tanah Datar. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu (29/09) dan dilangsungkan penobatan dan malewakan gala Rajo Alam Minangkabau Pagaruyuang Darul Qoror kepada Dt. Sutan Muhammad Farid.

Pada kesempatan ini, Rajo Silinduang Bulan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Tanah Datar yang telah ikut berpartisipasi baik secara moril dan materil dalam mensukseskan penyelenggaraan acara ini. Beliau berharap bahwa pemerintah provinsi Sumatera Barat dapat menjadikan Silinduang Bulan sebagai mitra untuk membangun negeri yang beradat ini. Beliau juga menyatakan harapannya kepada raja raja dan sultan seluruh nusantara untuk dapat melestarikan nilai nilai kearifan lokal guna memperkokoh persatuan NKRI.

Turut memberikan sambutan yaitu Rajo Sultan Banjar Khairul Sholeh. Beliau mengharapkan Sultan Pagaruyuangdapat meneruskan visi dan misi kesultanan dalam rangka membudayakan budaya Minang dan budaya Nusantara pada umumnya. Beliau juga bersyukur, bahwa pemerintah daerah telah memberikan tempat bagi segenap adat dan budaya Nusantara yang merupakan marwah yang telah menjaga bangsa dan memberikan sumbangsih sehingga adab saling menghargai dan menghormati dapat dilestarikan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Tanah Datar, Dandim 0307/TD, Kasdim 0307 TD, Kapolres Tanah Datar, Forkopimda Prov. Sumbar dan Tanah Datar, Menteri Muda Malaysia, Komisaris Semen Padang, Kerabat Kerajaan dari Malaysia, kerabat kerajaan Brunei Darusalam, raja raja dan sultan se Nusantara, Raja Raja Sapiah Balahan, niniak mamak Tanah Datar, tokoh masyarakat dan lainnya.

Pada acara ini juga dilangsungkan pengukuhan Datuak Nan 7 dan kegiatan berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 WIB dengan tertib dan lancar.