DPMD sumbar Sambut Kunjungan DPMD Kalsel
Berita Utama Drs. AKRAL, MM(Badan Pemberdayaan Masyarakat) 20 April 2018 10:39:37 WIB
PADANG, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat diwakili oleh Kepala Bidang Kelembagaan Masyarakat dan Adat Dra. Hendrawati Roza. MSi menerima kunjungan rombongan DPMD Kalimantan Selatan di aula kantor DPMD Sumbar jalan Pramuka nomor. 13 Khatib Sulaiman Padang Kamis 19 April 2018.
Kadis PMD Sumbar didamping oleh beberapa orang dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), akademisi, dari Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan, ddiantarnya Drs. Zaitul Ikhlas Saad. MSi, Drs. H. Yulizal Yunus. MSi, Drs. Akmal. MSi dan Dr. Welhendri. MSi. Mereka menjelaskan sistem nilai adat Minangkabau seperti, adat nan sabana adat, adat nan diadatkan, adat nan teradat dan adat istiadat, juga dijelaskan Filisofi adat Minangkabau yaitu Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ( ABSSBK) dan Alam Takambang jadi Guru, tentang sistem kekerabatan yang matrilineal dan masyarakat Minang yang terbuka (egaliter). Sekalipun matrilineal namun masyarakat Minangkabau tetap bernashab kepada ayahnya. Dalam melaksanakan adat nanbsabatang panjang, dikenal Doktrin orang Minang " diman bumi dipijak disitu langit dijunjung," hal ini membuktikan bahwa sekalipun mereka berada dimanapun namun yang adat Minang tetap mereka lestarikan dalam sanubarinya. Disamping itu juga dijelaskan istilah "tungku tigo sajarangan dan tali tigo sapilin" (ninik mamak, alim ulama dan cadiak pandai), dimana mereka saling menguatkan dalam melestarikan adat Minang sesuai fungsinya mading-masing. Begitu juga dengan melaksanakan Adat Salingka Nagari, dimana antara satu daerah dengan daerah lainnya di Minangkabau berlainan pelaksanaan tradisinya, artinya dalam teknik operasional adat terdapat perbedaan-perbedaan, seperti adat bajapuik di Pariaman, pernak pernik pakaian adat dan sebagainya.
Rombongan DPMD Kalsel berjumlah 21 orang, yang berasal dari DPMD, BAPPEDA dan Diskominfo Kabupaten dan Kota se Provinsi Kalimantan Selatan, diantaranya adalah: Hadi Rospian (koordinator), Siti Nurbaya, Lisa, Ahmad Yuliandi, Abdul Rojak, Ariyanto, Subhaini, Syafrin, Bardiani Hernani, Kartina, H. Saini, Syarif Hidayat, Mhd. Nadsir, Maruana Puspita Dewi, Eka Irmayanti dan Siti Jaleha
Mereka sangat berterima kasih sekali kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat khususnya DPMD Sumbar, karena banyak sekali mendapatkan pencerahan tentang adat istiadat Minangkabau, dan fungsi adat istiadat baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pemerintahan, khususnya Pemerintahan Nagari. Namun ada beberapa kesamaan adat di Minangkabau dengan adat di Kalsel, diantaranya, di Minangkabau ada "Rumah Gadang" di Kalsel ada "Rumah Bubungan Tinggi", di Minang ada "Meminang" di Kalsel ada "Badatang" dan adapula yang mirip malam bainai serta kesenian randai.
Semua masukan ini akan diseleksi dan disesuaikan dengan kondisi adat istiadat di Kalsel dan akan dijadikan sebagai perbandingan dalam membuat regulasi pengembangan dan penguatan adat di Kalsel nantinya. Demikian dilaporkan. (by. Akral)