Diperlukan Keseriusan Menjual Pesona Danau Dieteh dan Danau Dibawah
Artikel Yal Aziz(Tenaga Artikel) 13 Februari 2018 11:46:50 WIB
Oleh Yal Aziz
Sumatera Barat yang populer juga dengan sebutan Ranah Minang, punya keindahan alam yang layak dan pantas untuk dikunjungi turis manca negara. Kenapa? Karena di Sumatera Barat, selain ada Jam Gadang dan Ngarai SIanok, juga ada dua gunung, Singgalang dan Merapi, serta ada lima danau, yakni, Danau Manijau, Danau Singkarak, Danau Diatas, Danau Dibawah dan Danau Talang yang memang belum populer, karena terletak di pinggang Gunung Talang dan jauh dari jalan raya.
Jika berkunjung ke Ranah Minang, rugi rasanya bila tak menikmati keindahan Danau Diatas dengan luas 17,20 meter persegi, dan panjang 6,25 kilo meter, lebar 2,75 kilo meter, dengan permukaan airnya berada pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut. Bahkan, Danau ini cukup dangkal, dengan bagian terdalam hanya 44 meter.
Sementara permukaan air Danau Dibawah, berada pada ketinggian 1.566 mdpl. Artinya, permukaan airnya sama tinggi dengan dasar air Danau Diatas. Namun, danau yang memiliki luas 16.90 meter persegi, panjang 5,62 kilo meter dan lebar 3,00 kilo meter ini sangat dalam, berkisar sekitar 886 meter.
Kedua danau ini berada di di Kabupaten Solok, tepatnya di Alahan Panjang. Kalau Danau Diatas terletak di pinggir jalan dari Padang-Muara Labuh. Sedangkan Danau DiBawah terletak di Nagari Bukit Sileh Kecamatan Lembang Jaya.
Kedua danau ini, juga dikenal dengan sebutan danau kembar. Kenapa disebut Danau Kembar? Karena kedua danau ini terletak berdampingan dengan jaraknya sekitar sekitar 300 meter. Bahkan, objek wisata alam yang aduhai ini terletak di pinggir jalan raya Padang-Muaralabuh dan Kabupaten Kerinci.
Sedangkan Danau Talang berada di pinggang Gunung Talang dan jauh dari jalan raya, sehingga tak begitu terkenal sebagai objek wisata. Kemudian, letusan Gunung Talang sekitar lima tahun lalu, membuat danau ini tak bisa dikunjungi, karena masih merupakan area terlarang memasuki lokasinya.
Sebenarnya, Pemerintah Kabupaten Solok telah menjadikan kawasan ketiga danau tersebut yang terletak di Kecamatan Lembang Jaya dan Kecamatan Lembah Gumanti ini telah ditetapkan sebagai Kawasan Wisata alam. Bahkan, keberadaan Danau Kembar dan Danau Talang ini sebagai objek wisata andalan, baik sebagai objek wisata andalan Kabupaten Solok, maupun andalan Ranah Minang, Sumatera Barat.
Kemudian untuk berkunjung ke Danau Diatas dan Danau DIbawah, tak pula terlalu sulit dan bisa dikatakan mudah. Maksudnya, jika berkunjung dari Kota Padang, bisa naik bus dengan tujuan Alahan Panjang dengan jarak tempuh lebih kurang jarak sekitar 60 kilo meter dan memerlukan waktu sekitar, 2 jam.
Bertitik tolak dengan keindahan ketiga danau tersebut, diperlukan keseriusan Pemerintah Kabupaten Solok dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk lebih serius menjual pesona ketiga danau tersebut. Kenapa perlu keseriusan? Karena apa yang telah dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Solok dan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, boleh dikatakan masih jauh dari harapan. Bahkan, mengundang ratusan wartawan waktu memeriahkan Hari Pers Nasional 2018 lalu, tak banyak membawa keberhasilan dengan masih rendahnya kunjungan wisata.
Padahal dari sisi sarana dan prasarana, di sekitar Danau Diatas dan DIbawah, memang telah ada bangunan berupa vila-vila dan banguan untuk penginapan lainnya. Hanya saja belum digarap secara profesional. Padahal, jika dilaksanakan secara profesional, jelas akan membawa dampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bila perlu, pengelolaannya diserahkan kepada pihak swasta dengan tetap menjunjung tinggi nilai Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah.
Pemikiran lainnya, bisa saja Pemerintah Kabupaten Solok bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mengajak investor berinvestasi untuk memperindah kawasan Danau Diateh dan Danau Dibawah.
Kemudian, mengajak pemerintah Jepang untuk berinvestasi. Kenapa pemerintah Jepang? Karena Konon kabarnya masyarakat di Jepang yang telah memasuki usia pensiun, memerlukan tempat yang aman dan nyaman untuk menikmati hari tua. Bahkan, masyarakat Jepang yang pensiun tersebut, dibayarkan gajinya oleh pemeintah Jepang, kalau diukur dengan rupiah sekitar Rp 50 juta.
Untuk itu, tak ada salahnya juga, jika Pemerintah Kabupaten Solok bertandang ke kedutaan Jepang untuk membicarakan, serta menjalin kerjasama dengan tujuan membangun vila-vila dengan nuansa klasik. Semoga (penulis wartawan tabloidbijak)