Infrastruktur dan Pariwisata
Artikel () 28 Februari 2018 21:28:20 WIB
Tabloid Kontan edisi khusus bulan Februari 2018 membahas tentang pembangunan infrastruktur pemerintah. Salah satu alasan mengapa pemerintah fokus membenahi infrastruktur adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan di daerah.
Karena dana dari APBN tidak cukup maka dilakukan inovasi pendanaan oleh instansi terkait. Di antaranya penerbitan obligasi global yang dikenal dengan Komodo Bonds yang didaftarkan di London. Jasa Marga dan Wiajaya Karya menerbitkan Komodo Bonds yang didaftarkan di Bursa Efek London.
Pemerintah juga mengajak swasta ikut berpartisipasi karena kebutuhan dana yang tidak bisa ditutupi oleh pemerintah. Nantinya pihak swasta yang berinvestasi di infrastruktur akan diberikan imbal hasil yang menarik.
Dengan melihat pertumbuhan lalu lintas di Indonesia setiap tahunnya yang mencapai 2,5 kali lipat, maka logis bila pemerintah mengejar pembangunan infrastruktur.
Dari sekian banyak proyek strategis nasional pembangunan jalan tol, Sumbar tidak ada di dalamnya. Namun justru pembangunan jalan tol Padangpariaman – Pekanbaru sudah dilakukan ground breaking dan di youtube Hutama Karya sudah memposting video jalur jalan tol Padangpariaman – Pekanbaru tersebut yang dilihat dari udara dengan menggunakan drone.
Waktu tempuh Padang – Pekanbaru selama ini lebih kurang Sembilan jam. Jika pembangunan jalan tol Padangpariaman – Pekanbaru selesai seluruhnya, maka waktu tempuh Padang – Pekanbaru bisa ditempuh dalam 2,5 hingga 3 jam. Dengan pendeknya waktu tempuh ini maka akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi biaya logistic pengiriman barang dan jasa antarkedua provinsi.
Di samping itu, dengan waktu tempuh yang lebih singkat saya prediksi arus wisatawan yang datang dari Pekanbaru ke Sumbar akan mengalami peningkatan. Hal ini akan berdampak positif kepada sektor pariwisata dan perekonomian.
Selain itu, dengan adanya jalan tol Padangpariaman – Pekanbaru akan mempercepat waktu tempuh para wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata yang ada di Sumbar. Ini artinya selain perpindahan orang dan kendaraan yang lebih cepat, juga diikuti oleh percepatan arus perpindahan uang. Karena wisatawan datang ke Sumbar membawa uang. Semakin cepat mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk berwisata maka akan semakin banyak uang keluar dan semakin cepat uang berpindah. Ini jelas akan membantu menggerakkan ekonomi.
Selain itu, dengan adanya jalan tol, penumpang di BIM bisa berpindah ke Pekanbaru jika di BIM terjadi gangguan. Begitu pula sebaliknya. Ini jelas menguntungkan satu sama lain.
Maka, boleh jadi jika jalan tol Padangpariaman – Pekanbaru selesai dibangun, sektor pariwisata akan mengalami peningkatan dan percepatan yang berkorelasi dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara umum. (efs)
Referensi: Tabloid Kontan edisi khusus Februari 2018
ilustrasi: freefoto.com