Mungkinkah Keindahan Danau Singkarak Bisa Dibuat Lebih Eksotik?
Artikel EKO KURNIAWAN, S.Kom(Diskominfo) 17 Februari 2018 11:25:33 WIB
Solok, 17 Februari 2018
Danau Singkarak yang terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok, kesohor lantaran berada di sisi ruas Jalan Lintas Sumatera. Bahkan zaman dahulu, danau terbesar di Sumatera Barat ini bisa dinikmati melalui perjalanan kereta api Padang Panjang-Sawahlunto. Namun danau itu sepertinya memang kurang diberdayakan, sehingga fungsinya tidak terekploitasi secara maksimal.
Danau Singkarak memiliki banyak fungsi, antara lain sebagai sumber mata air bagi sejumlah sungai seperti Sungai Ombilin yang membentang dari Ombilin-Sawahlunto-Muaro Sijunjung dan kemudian melintas ke Provinsi Riau dan bermuara di Selat Malaka menjadi Sungai Kuantan. Dalam fungsinya sebagai mata air bagi sungai, Danau Singkarak dituntut memiliki cadangan air stabil, bersih dan subur. Dengan demikian air sungai yang bersumber dari Danau Singkarak bisa dimanfaatkan untuk keperluan manusia dan biota sungai pada umumnya.
Danau Singkarak juga memiliki fungsi sebagai sumber air bagi pembangkit listrik. Dalam fungsi yang satu ini, Danau Singkarak juga harus dituntut punya permukaan yang stabil dan bersih. Dengan begitu, Danau Singkarak tetap bisa menggerahkan turbin guna memproduksi listrik dan kemudian didistribusikan untuk keperluan masusia dan keperluan lainnya.
Selan dua fungsi di atas, Danau Singkarak juga berfungsi sebagai bagian dari sebuah ekosistem, dimana para nelayan mencari ikan dari danau, dan dengan dari hasil pencarian ikan, si manusia bisa bertahan hidup dan menghidupi keluarga. Buat fungsi yang ini, Danau Singkarak dituntut tetap lestari, airnya bersih dan subur serta perlunya regulasi untuk mengelola potensi perikanan yang ada di danau itu.
Dan juga yang tidak kalah penting adalah fungsi Danau Singkarak sebagai areal pariwisata, karena Danau Singkarak memiliki eksotisme luar biasa. Agar tetap berfungsi sebagai objek wisata, Danau Singkarak harus tetap bersih, lestari, dan hijau dengan pepohonan di pinggirannya. Untuk ini perlu regulasi dalam penataan ruang danau, sehingga investasi pariwisata di Danau Singkarak tidak bertabrakan dengan kelestarian yang dibutuhkan.
Dengan beban fungsi yang demikian banyak, wajar jika Gubernur Sumbar, Prof. Irwan Prayitno, saat berkunjung ke Danau Singkarak Jumat (16/2/18), berniat bagaimana danau itu bisa lebih berdaya guna dalam menjalankan fungsinya itu. Untuk mewujudkan ini, tentu perlu ada langkah nyata dari gubernur dan Pemprov Sumbar untuk menjadikan Danau Singkarak dan danau'danau lainnya di Sumbar dalam multifungsi alamiah sehingga memang berdayaguna bagi keperluan manusia.
Sebagaimana di banyak tempat, pengembangan Danau Singkarak bisa dilakukan dengan menjadikan Danau Singkarak sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dengan begitu, ada langkah terkoordinasi dengan sebuah institusi khusus yang dibentuk dengan tugas untuk mengelola Danau Singkarak dari berbagai aspek fungsi, sumberdaya dan kelestarian serta pemanfaatannya.
Sumber : kantorberitathetarget.com