WAHAI PENSIUNAN JADILAH ORANG JAYA Oleh: Bustami Narda

WAHAI PENSIUNAN JADILAH ORANG JAYA Oleh: Bustami Narda

Artikel Drs. AKRAL, MM(Diskominfo) 29 Agustus 2017 16:30:59 WIB


SAYA benar-benar tidak setuju jika ada orang berpendapat bahwa masa pensiun itu masa-masa lesu, menganggur, tak ada kerjaan, hanya mengitari kasur, sumur, ngaur  dan melihat-lihat tanah untuk cadangan kubur. Tidak...., saya tidak setuju.
     Bagi saya, arti masa pensiun adalah masa-masa indah di alam merdeka, karena  atasan adalah kita, boss adalah kita, kebebasan adalah milik kita. Kita tak lagi perlu berpikir bagaimana  agar induk semang senang, bagaimana upaya menyenangkan hati boss di kantor. Kita tak lagi perlu pusing-pusing memikirkan bagainana cara menjilat yang elegan, bagaimana cara memoles-moles muka agar seirama dengan muka atasan, walaupun di hati berseberangan, bagaimana cara menyenyumkan bibir  seelok mungkin dengan hati yang menggelegak kesal, bagaimana cara berlembut-lembut yang mempesona kepada istri atasan walaupun hati di dalam bagaikan ingin muntah melihat pembawaannya yang sombongnya jauh melebihi kesombongan suaminya. Kita tak perlu lagi dengan semua itu.
     Bagaimana dengan pemasukan keuangan yang kini paralonnya tentu sudah jauh mengecil dibandingkan  waktu aktif jadi PNS/ASN. Apalagi kalau pejabat eselon II atau I pula. Sekarang tak ada lagi  tunjangan jabatan, tunjangan daerah, honor proyek, uang jalan ke sana ke mari? Saya tak mau menambahkan dengan uang pelicin, uang sogok dan segala bentuk uang haram yang telah banyak di OTT KPK dan Saber Pungli itu.
     Saya yakin para senior kita yang sudah pensiun atau yang tak lama lagi akan pensiun jauh hari sudah mempersiapkan diri. Masak lupa dengan pensiun. Sebab, pensiun itu pasti akan tiba. Dari pengalaman saya, saya dua tahun menjelang alih profesi dari PNS ke entrepreneur, saya latih diri saya untuk tidak mengambil gaji. Saya anggap saya tidak punya gaji apa-apa. Saya latih ingatan saya untuk tidak mengingat-ingat bulan baru. Saya latih pula diri saya untuk tidak biasa lagi kerja sesuai jam kerja kantoran. Saya latih diri saya tak kenal dengan tanggal merah, hari libur dll.
     Ketika saya sudah alih profesi, Alhamdulillah.....saya tak merasa canggung. Malah sebaliknya saya merasa jauh lebih PD dibandingkan saat memegang jabatan eselon 2 tempo hari. Kalau dulu saya ada atasan yang mengatur, sekarang saya atasan paling tinggi di kantor saya. Soal pemasukan keuangan, tentu harus selalu banyak bersyukur pada Allah. Tak perlu risau, asalkan kita percaya bahwa Allah yang mengatur segalanya.  Kerja keras sajalah.
     Jadi singkat cerita, bagi para pensiunan yang merasa seperti saya kemukakan di atas tadi, bangkitlah. Jayalah. Harus lebih jaya dari ketika masih PNS. Kalau saya karena masih muda sekali, saya memang bukan pensiun, tapi alih ptofesi. Kalau para senior atau yang baru akan pensiun, silakan diskusi kita di DEBE CONSULTING di Kantor saya DEBE Group, Jln. Adinegoro No. 4 Lubuk Buaya Padang. Atau di Debe Resto di lantai 2-nya. Semoga....!(by. Akral)