IJAZAH SAJA BELUM CUKUP Oleh: Drs. Bustami Narda
Artikel Drs. AKRAL, MM(Diskominfo) 26 Oktober 2017 20:30:04 WIB
SEORANG wisudawati, yang baru saja menamatkan kuliah, masih berbaju toga hitam, dengan jambul kuning baru dialihkan sang rektor dari kiri ke kanannya, sebagai pertanda dia telah berhak bertitel sarjana, tersenyum kegirangan.
Nun di jejeran tempat duduk undangan sana, dua orang suami istri, ayah dan bunda sang wisudawati, tersenyum dengan jemari tangan keduanya saling meremas mesra, sebagai pertanda besarnya hati mereka, karena anak tersayangnya kini telah sarjana. Bangga....benar bangga.
Si bunda langsung mengaktifkan androidnya, membuka FB, menulis ucapan syukur atas telah diwisuda si buah hatinya. Tak lama, ucapan selamat dari teman-teman FB nya muncul silih berganti. Si bunda memperlihatkan komentar teman-temannya sambil tersenyum gembira. Jari manis tanganbkanannya tiba-tiba mencolek pipii ayah dengan gemasnya.
Selesai acara formal wisuda, ayah dan bunda ini berdiri dan melangkah menuju anaknya. Si anak mengejar ayah dan budanya. Mereka berangkulan karena sangat gembira, seperti teman-temannya yang lain sesama wisudawan dan wisudawati.
Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Beberapa hari kemudian mereka merasarakan cahaya gembira dalam keluarganya semakin meredup. Bahkan gelap gulita. Kenapa demikian? Pasalnya, kini anak sayangnya tak lagi berstatus mahasiswa, tapi PENGANGGURAN. Status pengangguran sungguh terasa amat berat baginya.
Bayangan waktu mahasiswi dulu, begitu tamat kuliah langsung diterima kerja, ternyata kini jauh panggang dari api. Dia tak punya keterampilan apa-apa. Yang dia punya hanya selembar ijazah doang. Mau berbisnis, belum pernah mencoba. Tidak ada pengalalaman sama sekali. Jika waktu mahasiswi, pagi bisa keluar dari rumah pergi ke kampus. Sekarang tak ada lagi alasan keluar rumah pagi hari. Berat.....berat sekali.
Dari kisah kecil ini dapat agaknya ditarik kesimpulan, bahwa selagi di bangku pendidikan, bekalilah diri dengan keterampilan, mulailah berbisnis sesuai hobby, karena berbisnis tidak perlu ikut tes terlebih dahulu seperti masuk pegawai. Kalau sudah tamat baru akan belajar memulai berbisnis, sulit nanti. Ijazah saja belum cukup. Percayalah...! (by. Akral)