Tips Memilih Makanan Saat Sahur Agar Puasa Lebih Nyaman

Tips Memilih Makanan Saat Sahur Agar Puasa Lebih Nyaman

Artikel YANITA SELLY MERISTIKA, S.Kom(Dinas Pangan) 14 Juni 2017 15:15:07 WIB


Salah pilih menu saat sahur bisa membuat puasa terganggu. Perut bisa lebih mudah terasa lapar, atau meski kenyang, tubuh malah lemas. Berikut tips makanan yang harus dipilih dan atau dihindari saat sahur. Diantaranya:

Pilihlah:

1/ Karbohidrat merupakan sumber energi penting, terutama bagi Anda yang berpuasa. Supaya perut terasa kenyang lebih lama, pilih jenis karbohidrat kompleks. Misalnya, beras merah, singkong, talas, kentang, ubi jalar, jagung, roti gandum, oatmeal, atau mie gandum. Dibandingkan dengan karbohidrat sederhana (beras putih), karbohidrat kompleks membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna oleh tubuh sehingga perut terasa kenyang lebih lama.

2/ Sayur dan buah berserat tinggi penting untuk membantu fungsi pencernaan. Mangga, jambu merah, nanas, jeruk, bayam, brokoli, dan kacang polong hanyalah beberapa dari banyak pilihannya. Selain dapat membuat perut terasa kenyang lebih lama, mereka juga berfungsi sebagai penetralisir racun dalam tubuh.

Usahakan mengonsumsi buah-buahan dalam wujud aslinya atau tidak dijus. Setiap buah akan menghasilkan enzim berbeda ketika dikunyah. Enzim ini akan membantu tubuh mencerna makanan, terlebih jika buah-buahan dikonsumsi sebelum hidangan utama. Cara ini dapat mencegah sembelit saat kita mengubah kebiasaan waktu makan di bulan puasa.


3/ Konsumsi protein dalam jumlah seimbang dengan karbohidrat diperlukan agar cadangan energi (glikogen) dalam tubuh mencukupi untuk beraktivitas sehari penuh. Pilih protein rendah lemak sebagai pilihan yang lebih sehat, seperti daging ayam bagian dada, ikan, telur, udang, cumi, kerang, tahu, atau tempe.


4/ Kebutuhan cairan dalam tubuh harus mencukupi untuk menghindari tubuh dari dehidrasi selama berpuasa. Selain minum  3- 4 gelas air putih, menu berkuah atau konsumsi buah dan sayuran dengan kandungan air yang tinggi juga bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan cairan, seperti mentimun, labu air, selada, labu siam, tomat, semangka, melon, jeruk, blewah, dan pir.

Hindari:
1/
  Makanan berlemak atau mengandung banyak minyak sebaiknya dihindari, seperti, jeroan, gorengan, dan masakan bersantan. Kandungan lemak yang tinggi dapat menyebabkan tubuh terasa lesu dan mudah lelah. Selain itu, mengonsumsi banyak lemak saat sahur juga berisiko meningkatkan asam lambung.

 

2/ Sajian bercita rasa asam atau pedas memang sedap. Namun, mengonsumsinya saat sahur dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare. Selain itu, hindari konsumsi garam berlebih saat sahur yang biasanya menyebabkan mulut merasa cepat haus.

 

3/  Mengonsumsi hidangan berkafein, seperti kopi, teh, atau minuman soda, bisa meningkatkan produksi air seni. Hal ini dapat memicu kekurangan cairan tubuh dan menyebabkan lemas. Kandungan asam dalam kopi juga dapat meningkatkan kerja empedu dan banyak melepaskan gas dalam usus. Akibatnya gangguan pencernaan yang berujung pada perut kembung.

 

4/  Hindari sayuran seperti kol dan sawi putih, atau buah seperti nangka karena bisa memicu produksi gas dalam lambung. Hindari juga durian karena dapat memicu hipertensi dan naiknya kadar kolesterol. Jika Anda biasa minum campuran air hangat dan air jeruk lemon masih aman dilakukan saat sahur selama tidak memiliki masalah lambung kronis

Sumber: femina