Berita HOAX
Artikel Drs. AKRAL, MM(Diskominfo) 17 April 2017 11:27:12 WIB
Oleh Drs. Akral. MM
Saat ini sering kita dengar berita Hoax, apa sebenarnya yang diamksud dengan Hoax tersebut, sebetulnya masyarakat awam sudah tahu dengan Hoax ini, tetapi masyarakat belum mengetahui mana berita yang di kategorikan sebagai berita Hoak dan mana berita yang benar.
Ada baiknya kita lihat dulu apa itu HOAX, dan kapan kata Hoax ini mulai dikenal. Sebetulnya Hoax ini sudah ada semenjak abad ke 18 sebagaimana dikatakan Robert Nare “Kata Hoax muncul pada abad ke 18 yaitu kata lain dari kata “HOCUS” yaitu sejenis permainan Sulap”. Sebagaimana diketahui permainan sulap merupakan permainan palsu atau permainan bohong dari apa yang ditampilkan. Maka di zaman kemajuan Teknologi Informasi sekarang orang juga menggunakan berita bohong alias berita palsu untuk konsumsi para pembaca yang disebut dengan Hoax.
Pada tahun 2006 seorang sutradara Amerika yang bernama Lasse Hallstrom mensutradarai sebuah film yang berjudul “Hoax” dimana film ini bercerita tentang konspirasi atau persekongkolan yang melakukan kebohongan melalui berita terhadap sesuatu masalah. Berita palsu ini digunakan untuk menipu atau mengakali para pembaca dan pendengarnya demi mencapai suatu tujuannya.
Sekarang ini berita palsu alias berita bohong ini sangat banyak viral di media sosial, berita Hoax ini bisa menghancurkan keutuhan masyarakat dan bahkan dapat pula memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa suatu negara. Masyarakat sebetulnya sudah banyak yang mengetahui bahwa ini beritanya Hoax atau bohong, namun masyarakat kita sangat senang juga membaca berita yang begini, bahkan ikut pula membahas kebenaran dari berita tersebut.
Hoax ini bertujuan antara lain adalah, pertama membuat opini publik, biasanya digunakan dalam masalah politik, para pembuat Hoax berusaha pula menggiring opini publik untuk larut dari opini yang dibuat para HOAXER ini, kalau opini sudah tergiring sehingga terbentuklah suatu presepsi negatif, atau sering disebut dengan bleack campagne (kampanye hitam) dan pembusukan. Kedua, membuat Having fun bagi Hoaxer dimana dengan berhura-hura atau candaan yang memojokan seseorang atau sekelompok orang di media cocial, yaitu untuk menguji kehebatan atau kepintaran para pengguna internet, hal ini mereka lakukan seperti meme, karikatur dan sebagainya, namun apa yang ditampilkan itu adalah kondisi bohong semua, tetapi akibatnya tetap merugikan orang dan para pembaca, keuntungan tentu hanya bagi pihak orang yang berseberang an dengan kondisi yang diberitakan tersebut.
Terjadinya Hoax adalah exes negatif dari kemajuan teknologi informasi, dimana dengan kemajuan IT membuat orang bebas berbicara dan berpendapat di dunia maya atau yang dikenal dengan media social.
Hoax ini tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja, hal ini tentu harus dicegah dan ditangkal keberadaannya. Ada beberapa hal yang mungkin dilakukan, diantaranya adalah Pertama bersihkan diri sendiri dari berita Hoax, artinya dari diri sendiri jangan membuat berita bohong, dan tidak percaya dengan berita bohong, dalam hal ini peran orang tua, dan pemimpin informal, seperti da’i, para penggiat masyarakat anti Hoax sangat diperlukan sekali dari memberikan penyuluhan-penyuluhan. Kedua memperbanyak kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti ekstra kurikuler di sekolah dan di luar sekolah. Ketiga, peran pemerintah sendiri, dimana sekarang Pemerintah kita sudah mendirikan suatu lembaga yang bernama Badan Siber Nasional (BSN) yang berada dibawah Kementerian Pertahanan Nasional dan bertugas melacak sumber Hoax dan melindungi situs pemerintah dari serangan peretas, disamping itu BSN juga mengawasi peredaran berita di internet dan menguji kebenaran berita tersebut. Keempat peranserta masyarakat, apabila memang diketahui ada yang membuat berita Hoax, mohon saja dilaporkan ke pihak yang berwajib, untuk masalah ini tentu proaktif masyarakat dan aparat penegak hukum sangat diharapkan sekali. Kelima, pemerintah diharapkan lebih sering mengadakan sosialisasi tentang Hoax, dampak Hoax dan penanggulangan Hoax. Keenam, diharapkan kepada masyarakat untuk menyeleksi dan memahami benar suatu berita yang ada di media sosial, dan setiap berita harus diketahui sumber dan media yang memberitakannya, biasanya kalau yang dihoax (yang diberita bohongkan) pihak pemerintah, hal ini harus dilakukan betul chek and recheknya, karena pemerintah tidak akan pernah membuat berita bohong.
Mungkin inilah yang dapat kami sampaikan tentang Hoax dan pencegahannya, semoga dengan tulisan yang sangat sederhana ini dapat berguna dalam mengurangi lajunya perkembangan Hoak di disekitar kita, dan dapat pula menambah pengetahuan kita tentang Hoax. Semoga....