RENSTRA DISPORA SUMBAR BAB V dan BAB VI
SKPD () 13 Februari 2017 16:44:06 WIB
BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN,
INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN,
DAN PENDANAAN INDIKATIF
Sebuah perencanaan memiliki dasar atau alasan yang jelas. Dasar yang digunakan merupakan data-data realistis yang dihimpun dari berbagai sumber, diantaranya pusat informasi data dari instansi lain, kuisioner hasil monitoring, analisa data dari evaluasi dan laporan hasil kegiatan. Sumber data pendukung merupakan masukan dari eksternal maupun internal. Data eksternal berupa isu strategis dan permasalahan pembangunan. Sedangkan data internal berupa angka-angka yang berasal dari laporan hasil kegiatan dan data hasil kuisioner monitoring. Data yang sudah melalui proses evaluasi dapat dijadikan nilai input dari Indikator Kinerja.
Setelah memiliki data yang cukup, maka ditetapkanlah suatu acuan yang dikemas dalam bentuk Visi dan Misi. Dengan Visi dan Misi yang ditetapkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, maka proses selanjutnya merumuskan Tujuan, Sasaran, Strategi dan Arah Kebijakan dari pembangunan, yang disusun dalam sebuah dokumen perencanaan atau Renstra. Untuk dapat memastikan bahwa Sasaran yang dibidik tepat sesuai dengan rencana, maka ditetapkan Indikator Kinerja Sasaran. Indikator Kinerja ini menjadi variabel untuk proses penilaian kinerja. Data angka yang diinputkan pada Indikator Kinerja ini merupakan nilai target dari capaian kinerja dalam kurun waktu tertentu.
Untuk mempertegas arah pembangunan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat dirancanglah kebijakan yang menjadi pedoman dalam penyusunan Program Kegiatan, dimana setiap Program Kegiatan dijadikan pilar penyangga dalam upaya membangun jalan untuk mencapai Visi yang telah ditetapkan. Agar proses merumuskan Program Kegiatan dapat dilakukan dengan tepat, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat melakukan berbagai upaya dengan melibatkan semua unsur SDM aparatur yang ada untuk melakukan tahap demi tahap proses penyusunan Program Kegiatan dan mempertimbangkan masukan dari berbagai aspek yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Proses perumusan Program Kegiatan yang bertahap harus berpedoman pada 2 (dua) Program utama Dinas Pemuda dan Olahraga, yaitu Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan dan Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga. Kedua program tersebut masing-masing memiliki program prioritas yang menjadi program unggulan, untuk selanjutnya disusun dalam rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan guna memenuhi tanggung-jawab dalam memberi nilai manfaat kepada masyarakat.
Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan membidangi kegiatan kepemudaan sebagai berikut:
a. Pengembangan Lembaga Kepemudaan
b. Pelatihan Keterampilan Pemuda
c. Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Kepemudaan
d. Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepemimpinan
e. Peningkatan Kewirausahaan Pemuda
f. Pembinaan dan Peningkatan Partisipasi Pemuda
Rangkaian 6 (enam) Kegiatan kepemudaan diatas mengakomodir program pembinaan pemuda yang didasari pada 3 (tiga) hal pokok, yaitu Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan. Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga membidangi kegiatan keolahragaan sebagai berikut:
a. Pembibitan dan Pembinaan Olahraga Berbakat
b. Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga
c. Pengembangan dan Pemanfaatan IPTEK Olahraga sebagai Pendorong
Peningkatan Kualitas Prestasi Olahraga
d. Pemasalahan Olahraga sebagai Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat
e. Pengembangan Olahraga Lanjut Usia termasuk Penyandang Cacat
f. Pembinaan Olahraga Yang Berkembang di Masyarakat
Susunan dari 6 (enam) Kegiatan dibidang keolahragaan diatas bertujuan untuk meningkatkan prestasi atlet pelajar dan penyandang disabilitas serta mebudayakan olahraga sebagai suatu kebutuhan bagi masyarakat yang mengingiinkan hidup lebih sehat. Terdapat 3 (tiga) pilar dalam peningkatan prestasi, yaitu: Pembibitan, Pembinaan dan Kompetisi. Untuk dapat mewujudkan dengan mudah perlu adanya dukungan dari IPTEK olahraga. Selain 2 (dua) Program utama diatas, terdapat juga Program-Program penunjang lain yang. Berikut ini Program penunjang yang juga dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat:
- Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
- Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
- Program Peningkatan Disiplin Aparatur
- Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
- Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Terdapat 5 (lima) Program pendamping yang dipersiapkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, untuk membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan dalam Program utama. Berikut ini gambaran mengenai susunan Program dan Kegiatan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat yang telah rumuskan beserta pendanaan indikatif dan target dari Indikator Kinerja pada tiap kegiatannya.
Dalam merencanakan penganggaran Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat mengacu pada kebutuhan anggaran yang didasarkan pada usulan beberapa sub-kegiatan yang diajukan oleh masingmasing seksi /bidang. Penyerapan anggaran dibagi menjadi 4 triwulan dalam 1 (satu) tahun. Standar penganggaran kedinasan menganut penganggaran yang membagi menjadi 2 (dua) yaitu anggaran rutin dan pembangunan,
Berikut ini Tabel Matrik perencanaan kegiatan dan anggaran selama
periode 2016 – 2021
tabel 5.1(terlampir)
BAB VI
INDIKATOR KINERJA DISPORA YANG MENGACU
PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Dalam Bab ini akan dijelaskan mengenai Indikator Kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat. Indikator tersebut merupakan suatu tolok ukur keberhasilan pelaksanaan kinerja organisasi. Keberhasilan dalam mencapai target Indikator Kinerja ditandai dengan terpenuhinya target tersebut. Indikator Kinerja yang ditetapkan harus memiliki kaitan yang erat dengan Indikator Kinerja Pembangunan Sumatera Barat dalam RPJMD.
Sebagai salah satu SKPD yang bertanggung-Jawab terhadap pengembangan dibidang Kepemudaan dan Keolahragaan di Provinsi Sumatera Barat, maka Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat diberikan tanggung Jawab untuk melaksanakan pembangunan yang berkaitan dengan pembinaan kepemudaan dan pengembangan keolahragaan. Fokus dari pembinaan kepemudaan ditujukan untuk melaksanakan program penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan pemuda agar mampu mencapai pemuda yang Maju, Mandiri dan berprestasi. Untuk dapat mengukur keberhasilan pelaksanaan pembangunan dibidang kepemudaan dibutuhkan Indikator Kinerja yang dapat menunjukkan akuntabilitas capaian kinerja selama kurun waktu tertentu. .
Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat telah merumuskan Indikator Kinerja yang diselaraskan dengan tupoksinya dan Indikator Kinerja Pembangunan dalam RPJMD Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Indikator Kinerja yang disusun merupakan Indikator capaian sasaran perogram kegiatan yang akan menjadi variabel ukuran kinerja instansi pemerintah dalam 1 (satu) tahun, sesuai dengan target yang dirumuskan didalam Rencana Kerja (Renja). Sebagai gambaran dari optimalisasi pelaksanaan program kegiatan adalah dengan mengukur akuntabilitas kinerja dengan melibatkan angka-angka capaian yang termaktup dalam Indikator Kinerja Sasaran. Untuk mewujudkan tingginya nilai akuntabilitas kinerja, maka Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan Indikator Kinerja Sasaran dalam Renstra, yang disusun berdasarkan pada kontribusi usulan program kegiatan yang direncanakan oleh bidang dalam instansi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi SumateraBarat.
Dalam Renstra ini telah dirumuskan Indikator Kinerja berdasarkan Sasaran Pembangunan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat beserta target capaiannya yang diperoleh dari data input setiap kegiatan yang diprogramkan. Selama kurun waktu 5 (lima) tahun RPJMD akan terlihat pergerakan data pada Indikator tersebut, dimana fluktuasi data itu merupakan gambaran capaian kinerja dari pelaksanaan pembangunan. Capaian itu dikatakan baik atau berhasil bila realisasi yang dicapai mampu mendekati atau sama dengan nilai target yang telahditetapkan.
Dalam setiap perencanaan selalu dilengkapi dengan target-target yang harus dicapai. Target tersebut ditetapkan berdasarkan angka capaian yang realistis berdasarkan data capaian ditahun sebelumnya. Penetapan target juga didasarkan pada ketersediaan anggaran yang sudah diatur berdasarkan prioritas pembangunan yang telah dirumuskan oleh Bappeda Provinsi Sumatera Barat. Angka-angka target yang realistis ini menjadi fokus dalam setiap pelaksanaan program kegiatan. Setiap kegiatan yang dilaksanakan tidak bisa terlepas dari target yang telah ditetapkan. Angka target yang realistis ini menggambarkan adanya kesesuaian antara cakupan sasaran yang dapat diakomodir dengan anggaran yang dikeluarkan.
Berikut ini susunan Indikator Kinerja Sasaran Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat yang disampaikan dalam tabel dibawah ini.
Tabel 6.1.
Indikator Kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat
Rencana Strategis Tahun 2016-2021
|
NO |
BIDANG URUSAN PEMERINTAHAN DAN PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN |
INDIKATOR KINERJA (OUTCOME) |
SATUAN |
|
TARGET AWAL RPJMD |
CAPAIAN KINERJA PROGRAM DAN KINERJA PENDANAAN |
KONDISI AKHIR |
|||||||||||
|
2015 |
2016 |
2017 |
2018 |
2019 |
2020 |
2021 |
||||||||||||
|
KONDISI AWAL |
Target |
Rp. (Jt) |
Target |
Rp. (Jt) |
Target |
Rp. (Jt) |
Target |
Rp. (Jt) |
Target |
Rp. (Jt) |
Target |
Rp. (Jt) |
||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA |
|
20,967 |
21,662 |
24,302 |
26,589 |
29,031 |
31,643 |
|
|||||||||
|
|
DINAS PEMUDA DAN OLAH RAGA |
|
20,617 |
21,541 |
24,176 |
26,452 |
28,883 |
31,482 |
|
|||||||||
|
|
Pelayanan Administrasi Perkantoran |
Persentase pelayanan administrasi perkantoran |
% |
100 |
100 |
2,195 |
100 |
2,305 |
100 |
2,420 |
100 |
2,541 |
100 |
2,668 |
100 |
2,801 |
|
|
|
|
Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur |
Persentase berfungsinya sarana dan prasarana aparatur |
% |
100 |
100 |
880 |
100 |
924 |
100 |
970 |
100 |
1,019 |
100 |
1,070 |
100 |
1,123 |
|
|
|
|
|
Kepatuhan pelaksanan UU pelayanan publik (zona hijau) |
Zona |
hijau |
hijau |
hijau |
hijau |
hijau |
hijau |
|
||||||||
|
|
Peningkatan Disiplin Aparatur |
Persentase disiplin aparatur dalam berpakaian dinas |
% |
100 |
100 |
76 |
100 |
80 |
100 |
84 |
100 |
88 |
100 |
92 |
100 |
97 |
|
|
|
|
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur |
Rata-rata lamanya PNS mengikuti diklat |
JPL/orang/ tahun |
- |
- |
- |
15 |
70 |
20 |
80 |
30 |
100 |
40 |
110 |
50 |
120 |
|
|
|
|
Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan |
Tingkat kesesuaian pelaporan capaian kinerja pada unit kinerja SKPD |
% |
100 |
100 |
452 |
100 |
475 |
100 |
498 |
100 |
523 |
100 |
549 |
100 |
577 |
|
|
|
|
|
Nilai Evaluasi SAKIP SKPD |
Predikat |
BB |
BB |
BB |
A |
A |
A |
|
||||||||
|
|
|
Tingkat akurasi, kecepatan dan kecermatan dalam pengelolaan keuangan |
% |
100 |
100 |
|
100 |
|
100 |
|
100 |
|
100 |
|
100 |
|
|
|
|
|
|
Persentase kesesuaian usulan Renja dengan Renstra SKPD |
% |
100 |
100 |
|
100 |
|
100 |
|
100 |
|
100 |
|
100 |
|
|
|
|
|
|
Persentase kesesuaian usulan Renja dengan RPJMD |
% |
100 |
100 |
|
100 |
|
100 |
|
100 |
|
100 |
|
100 |
|
|
|
|
|
Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga |
Persentase Peningkatan budaya masyarakat melaksanakan olahraga |
% |
100 |
20 |
7,891 |
40 |
9,321 |
60 |
10,808 |
80 |
9,682 |
90 |
11,645 |
100 |
12,502 |
|
|
|
|
|
Persentase jumlah atlet dan pelatih yang berprestasi |
% |
76 |
76 |
|
79.45 |
|
81.66 |
|
83.73 |
|
84.27 |
|
90 |
|
|
|
|
|
Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga |
Persentase sarana olahraga pada PPLP yang lengkap (15 cabor) |
% |
30 |
30 |
3,044 |
- |
1,854 |
40 |
1,783 |
50 |
2,124 |
60 |
2,192 |
70 |
2,505 |
|
|
|
|
|
Persentase prasarana olahraga pada PPLP (15 cabor) |
% |
80 |
80 |
1,300 |
80 |
1,300 |
86 |
2,500 |
93 |
3,000 |
93 |
3,500 |
100 |
4,000 |
|
|
|
|
|
Persentase sarana olahraga untuk persiapan PON Tahun 2024 (36 cabor) |
% |
n/a |
- |
|
- |
|
20 |
|
40 |
|
50 |
|
60 |
|
|
|
|
|
|
Persentase prasarana olahraga untuk persiapan PON Tahun 2024 (36 cabor) |
% |
n/a |
- |
|
- |
|
20 |
|
40 |
|
50 |
|
60 |
|
|
|
|
|
Peningkatan Peran Serta Kepemudaan |
Persentase jumlah pemuda yang aktif dan berprestasi |
% |
100 |
20 |
2,669 |
40 |
2,746 |
60 |
2,642 |
80 |
2,722 |
90 |
2,629 |
100 |
2,823 |
|
|
|
|
Peningkatan Wawasan dan Kreatifitas Seni Budaya Pemuda |
Persentase Pemuda Sumatera Barat yang memiliki Wawasan dan Kreatifitas Seni Budaya |
% |
100 |
20 |
- |
40 |
161 |
60 |
90 |
80 |
156 |
90 |
94 |
100 |
169 |
|
|
|
|
Peningkatan Penyadaran Kepemudaan |
Peningkatan jumlah pemuda yang mandiri dan berkapasitas |
orang |
550 |
825 |
697 |
825 |
424 |
855 |
408 |
895 |
486 |
1,045 |
502 |
1,045 |
573 |
|
|
|
|
Pengembangan Organisasi Pemuda dan Manajemen Olahraga |
Peningkatan jumlah pemuda yang berkapasitas dalam organisasi kepemudaan dan keolahragaan |
Orang |
380 |
120 |
1,063 |
240 |
1,659 |
560 |
1,682 |
890 |
3,779 |
1,310 |
3,596 |
1,480 |
3,926 |
|
|
|
|
|
Peningkatan pembinaan jumlah olahragawan disabilitas. |
Keg/Org/ Lemb |
250 |
300 |
|
300 |
|
300 |
|
450 |
|
400 |
|
450 |
|
|
|
|
|
Manajemen Layanan Teknis Lainnya |
Peningkatan pembinaan jumlah olahragawan disabilitas. |
19 Kab/Kota |
|
19 |
350 |
19 |
213 |
19 |
205 |
19 |
244 |
19 |
252 |
19 |
288 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Dari Tabel 6.1. dapat dilihat data Indikator Kinerja Sasaran dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat beserta angka target yang harus dicapai selama periode 1 (satu) tahun sesuai Rencana Kerja Tahunan. Target tahunan tersebut kemudian diakumulasi menjadi target perencanaan pembangunan jangka menengah selama 5 (lima) tahun. Adanya kenaikan target yang terjadi antar tahun mengindikasikan bahwa dalam perencanaan pembangunan harus ada peningkatan. Peningkatan yang direncanakan dapat membarikan gambaran adanya peningkatan kinerja dalam pelaksanaan program kegiatan. Berbagai faktor yang mendukung peningkatan kinerja tersebut harus mendapatkan perhatian khusus dari pimpinan. Perhatian yang diberikan oleh pimpinan ini dapat memberikan dorongan motivasi kepada jajaran eselon 3 dan 4 serta staf untuk bekerja lebih baik dan menghasilkan dampak yang cukupsignifikan.
Dengan melihat angka prosentase capaian kinerja dari Indikator Kinerja yang ada, akan memudahkan dalam proses monitoring dan evaluasi kinerja secara menyeluruh. Capaian Indikator ini nantinya menjadi awal dari pengukuran akuntabilitas kinerja dari instansi pemerintah secaraumum.
Pencapaian target ini berdampak pada tanggung-Jawab dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat dalam mengimplementasikan perencanaan pembangunannya nanti. Pertanggung- Jawaban yang diemban diwujudkan dengan melaksanakan seluruh rencana kegiatan sesuai tupoksi yang sudah ada.