BAHAYA LIDAH
Artikel () 06 Desember 2016 08:47:16 WIB
BAHAYA LIDAH
Oleh : Zakiah
Sesungguhnya Allah SWT telah menganugerahkan kepada manusia nikmat yang banyak.Diantaranya ialah nikmat berbicara dengan lidah, nikmat kemampuan menjelaskan isi hati dan kehendak. Penciptaan manusia dan pengajaran berbicara merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT.
Namun begitu, nikmat lidah haruslah kita waspadai karena bisa menjadi senjata bermata dua. Dapat digunakan untuk taat kepada Allah dan juga dapat digunakan sebaliknya menjadi sarana memperturutkan godaan syetan.
Hal ini terlihat pada perilaku seseorang, jika dia senantiasa berdzikir, membaca Al Qur’an, mengajak orang lain berbuat baik (ma’ruf) dan mencegah yang tidak baik (mungkar), inilah perwujudan dia mensyukuri nikmat lidah.
Sayangnya, banyak juga manusia yang menggunakan lidahnya untuk berdusta, bergunjing,menyanyikan lagu maksiat, dll, ini merupakan kekufuran atas nikmat lidah yang diberikan Allah SWT kepadanya.
Lidah tidak bertulang, maka lidah mudah sekali untuk digerakkan, baik dalam berbicara hal-hal kebaikan, maupun berbicara dalam hak kejahatan...
Kalau kita berbicara mengenai kebaikan, maka kita adalah orang yang beruntung, dan kita akan mendapatkan teman yang banyak..
Kalau kita berbicara mengenai hal kejahatan, berbicara dan berkata bohong, maka kita pasti tidak akan mendapat teman yang banyak.Allah telah menyuruh kita untuk berkata benar dan jujur.
Sebagaimana Allah S.W.T. berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 70
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”.
Dalam era informasi sekarang yang banyak media sosial dengan mudah untuk mengekspresikan pendapat, juga sangat mudah disalah gunakan oleh orang tertentu yang ingin menjatuhkan kredibilitas orang lain. Karenanya semua kita harus berhati-hati dalam berucap kata.
Belajar dari kasus Gubernur DKI Jakarta yang ucapannya melecehkan Al Qur’an, kitab suci Ummat Islam. Menunjukkan betapa berbahayanya seseorang yang tidak menjaga lidahnya untuk berucap yang baik dan sesuai norma Agama dan sosial kemasyarakatan. Apalagi dia adalah Kepala Daerah Provinsi, tentu akan menjadi masalah besar jika tidak berhati-hati dalam berbicara.
Bahagia dan celakanya seseorang, kebanyakan ditentukan oleh lidahnya,
Pepatah Arab mengajarkan:SALAMATUL INSAN, FI HIFZIL LISAN
Artinya: selamatnya seseorang, tergantung kepada dapat atau tidaknya ia memelihara lidahnya...
Maka untuk itu, mari kita memohon kepada Allah S.W.T. semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk mengendalikan lidah kita....Aamiin.