MEMANTAPKAN DIVERSIFIKASI PANGAN Kopi Arabica Petani Sumbar Merambah Dunia

Artikel () 29 November 2016 13:29:07 WIB


MEMANTAPKAN DIVERSIFIKASI PANGAN

Kopi Arabica Petani Sumbar Merambah Dunia

Oleh : Teguh Gunung Anggun

 

Keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membina petani pantas dianjungan jempol. Tak terkecuali bagi petani yang mengusahakan tanaman perkebunan seperti kopi. Kini kopi jenis Arabica yang diusahakan petani itu bernilai jual tinggi bahkan menembus pasar dunia.

“ Kopi Arabica yang gencar diusahakan petani Sumbar diminati pasar global. Soalnya aroma yang dikandung sangat spesifik dan memniliki keunggulan yang tiada duanya di dunia, wajar pasar dunia meliriknya “ kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno belum lama ini.

Menurut Gubernur, produksi Kopi Indonesia menepati peringkat ketiga besar dunia setelah Brazil dan Columbia. Tahun 2012 ICO melansir datanya, konsumsi kopi di dunia meningkat setiap tahunnya. Bahkan ICO memperkirakan pada 2016 ini konsumsi kopi terus meningkat 155 juta. Ini merupakan peluang besar bagi Sumatera Barat untuk menarik pangsa pasar dunia melirik kopi Indonesia.

Harga kopi pun sangat relatif tinggi. Kini mencapai Rp. 75. Ribu/kg di tingkat petani. Karena permintaan yang tinggi yang otomatis diikuti harga jual yang tinggi, hal ini menjadi momentum bagi petani sumbar bagaimana menjual produksi sendiri ke pasar dunia.

Merambah ke pasar dunia, ada standarisasi yang mesti diikuti. Dalam konteks ini, Pemerintah Propinsi Sumatera Barat terus memberikan pembinaan sehingga pengelolaan kopi yang memenuhi kaidah Internasional harus dilakukan.

Pembinaan tidak sebatas cara menanam yang baik, tetapi juga pemeliharaan, panen hingga menembus pasar dunia tetrmasuk mengikuti pameran kopi Internasional.

Ditambahkan Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Sumatera Barat Ir. Fajaruddin, kopi Arabica petani yang menembus pasar dunia dibuktikan Gapoktan Surian Permai, Nagari Surian Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok. Gapoktan ini lansung menjual kopi Arabica yang dihasilkan para petani ke Australia, Italia, Thailand dan Belanda.

Berdasarkan laporan tertulis yang disampaikan Ketua Gapoktan Surian Permai, Edranovid kepada Dinas Perkebunan Propinsi Sumatera Barat, pasar kopi Arabica dengan merk Minang Solok, pengiriman perdana ditunjukan ke pasar MTC Australia sebanyak 1,7 Ton.

Pengiriman kedua sebanyak 1,5 Ton dengan Negara tujuan Australia, Italia dan Thailand. Pengiriman berikutnya 1,4 Ton dengan Negara tujuan Australia dan Thailand. Pengiriman kopi Arabica ke empat ke negara Australia, Italia, Thailand dan Belanda sebanyak 2,65 Ton.

“ Gapoktan Surian Permai bisa menembus pasar dunia. Tidak terlepas dari kelebihan kopi Arabica Sumbar ketimbang kopi negara lain jenis serupa. Lagi pula, pengelolaannya telah mengacu kepada standar Internasional yang sering kita tekanan pada para petani sekaligus pembinaannya ” jelas Gubernur Sumabar Irwan Prayitno.

Bahkan untuk membandingkan kopi Arabica negara lain sekaligus melihat pasar dunia terhadap kopi ini, Gapoktan Surian Permai diajak ikut serta pameran kopi dunia. Justru dengan mengikuti pamaran tersebut, kopi Arabica Sumbar sangat di kenal dimancan negara. Permintaan dari beberapa negara bermunculan.

Ketua Gapoktan Surian Permai diajak dalam pameran itudi Amerika, pada tahun lalu, sekaligus mempromosikan kopi Arabica asal Sumatera Barat kepada pengunjung. Inilah awal kopi Arabica Sumbar diminati sekaligus berharap kedepannya tersedia cukup, sehingga pembeli tidak kesulitan maupun antri untuk mendapatkan kopi Arabica asal Sumatera Barat.

Sumbar sendiri memiliki luas perkebunan kopi Arabica 20,754 Hektare yang tersebar di Kabupaten Solok, Solok Selatan dan Tanah Datar, Lima Puluh Kota, Agam dan Pasaman Barat dengan produksi 15.670 Ton/ Tahun. Tanaman tumbuh baik pada ketinggian 1000 mdpl.

Menurutnya, dengan keunggulan – keunggulan yang dimiliki, seperti kesediaan lahan dengan ketinggian diatas 1000 mdpl dan tingginya minat petani untuk mengembangkan kopi Arabica, maka kopi Arabica dapat dijadikan primadona baru komoditi perkebunan di Sumbar.

Selain itu tanaman kopi juga memiliki keunggulan lain seperti perawatan yang tidak rumit, dan dapat ditumpang sarikan dengan tanaman pangan lain, sehingga akan meningkatkan perekonomian petani.

Sedangkan aroma khas yang dimiliki kopi Arabica Sumbar sehingga orang mengincarnya adalah, aromanya yang harum, ada rasa lemon yang menonjol. Rasa lemon ini lah yang menjadikan kopi Arabica asal Sumbar yang spesifik dan mengundang orang untuk menikmati kopi asal Minang ini.

Gubernur akan mengusulkan kepada Menteri Pertanian untuk membuat suatu program seperti cetak biru terkait perkembangan kebun kopi bagi masyarakat Sumatera Barat. Dan merencanakan program tersebut sukses, maka meningkatkan produksi kopi di Sumatera Barat dan akan membuka peluang tenaga kerja lebih banyak.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar menyebutkan, kopi Arabica Sumbar yang diminati pasar dunia memperlihatkan sumber bahan pangan memiliki kelebihan. Bila dioptimalkan, maka diversifikasi pangan di daerah ini akan tercapai, disamping perekonomian masyarakat meningkat pula. (TGA)