KOMPETENSI WIDYAISWARA DITINGKATKAN

KOMPETENSI WIDYAISWARA DITINGKATKAN

Artikel Badan Pendidikan dan Latihan(Badan Pendidikan dan Latihan) 29 November 2016 11:47:41 WIB


Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit membuka langsung Diklat Fungsional TOT Substantif PIM IV dan PIM III Bagi Pejabat/Widyaiswara dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Senin 14 November 2016, di Aula Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat.

Pembukaan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Seleksi Dan Pengembangan LAN RI Budiardjo, Kepala Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat Rosman Effendi, Koordinator Widyaiswara Rhafles, serta pejabat eselon III dan IV dilingkungan Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat.


Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan secara teori para pengajar/widyaiswara pastinya sudah memahami perananan masing-masing, tapi tentunya butuh pembaharuan secara terus menerus, untuk itu TOT ini berguna untuk penambah wawasan para pengajar sehingga nantinya dapat menghasilkan pembaharuan dalam mengajar.


Wakil Gubernur menyampaikan karena isu politik yang kuat akhir-akhir ini ASN jarang dikatakan dalam hal positif, selalu disalahkan seperti kurang produktif, malas, korupsi dan pungli. Padahal jika tidak ada ASN siapa yang akan menyelenggarakan negara ini.

"Untuk itu kita sebagai ASN tidak boleh terpengaruh kedalam isu politik tersebut", ucap Nasrul Abit.

Saat ini dengan adanya perubahan OPD yang bertujuan untuk menciptakan efisiensi dan evektifitas sehingga di pemerintah Provinsi Sumatera Barat kemungkinan akan kehilangan posisi eselon empat sebanyak 104 dan posisi eselon dua sebanyak 56, dan untuk menduduki jabatan eselon 2 dan eselon 1 mesti melalui lelang jabatan yang mana seluruh pegawai yang memenuhi syarat dapat ikut mendaftarkan diri.

"Tentunya dengan demikian tugas tenaga pengajar/widyaiswara adalah memberikan memotivasi dan memberitahukan aturan-aturan yang berlaku kepada ASN dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat", ucap Wakil Gubernur Sumatera Barat.

Untuk dapat menduduki suatu jabatan tentunya kita harus memiliki kapasitas, kapabilitas, dan sikap yang baik, ucap Nasrul Abit.
Dalam kesempatan ini juga wakil gubernur menambahkan dengan metode pengajaran yang berbasis pengalaman, tenega pengajar diklat substantis kepemimpinana Tk. III dan Tk. IV ini dituntut mampu memfasilitasi peserta saat pembelajaran di kelas maupun saat peserta memasuki tahap taking ownership dan leader ship laboratory. Agar tenaga pengajar dapat melaksanakan peran tersebut secara profesional.

Kami mendukung kegiatan di diklat ini dan tentu pembaharuan-pembaharuan perlu dilakukan, ucap Wagub.

Wagub berpesan kepada peserta TOT nantinya untuk dapat memberi motivasi kepada ASN agar dapat meningkatkan pengabdian sehingha dapat terpakai disegala lini sampai akhir masa pengabdiannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Diklat Rosman Effendi menambahkan tujuan Diklat Fungsional TOT Substantif PIM IV dan PIM III ini adalah meningkatkan kompetensi tenaga pengajar agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya, dengan sasaran untuk terciptanya pejabat struktural/fungsional yang memiliki sikap mental dan kepribadian positif dan dinamis dalam melaksanakan tugas serta profesionalisme.

Diklat TOT ini diikuti oleh 30 terdiri dari widyaiswara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pejabat strukturan dilingkungan Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat selama 12 hari dari tanggal 14 s/d 26 November 2016