ISTANO BASA PAGARUYUANG MENUJU IKON PARIWISATA NASIONAL
Artikel () 25 November 2016 14:55:50 WIB
ISTANO BASA PAGARUYUANG MENUJU IKON PARIWISATA NASIONAL
Kejayaan Masa Lalu Pemacu Semangat Masa Depan
Oleh : Teguh Gunung Anggun
Masyarakat Sumatera Barat khususnya Kabupaten Tanah Datar merasakan kebahagiaan dan kebanggaan luar biasa. Simbol kejayaan Minangkabau, Istano Basa Pagaruyuang beberpa waktu lalu dikunjungi tamu kehormatan dan kedatangan Wakil Presiden H. M. Jusuff Kalla dan Ibu Mufidah Jusuff Kalla.
Sebuah pemakaian/menaiki Istano Basa Pagaruyuang dihadiri lansung Bapak Jusuf Kalla yang juga sumando urang awak menunjukan begitu strategisnya dan pentingnya keberadaan Istano Basa Pagaruyuang sebagai peradaban masyarakat Minangkabau.
“ Selama ini kami sudah menanti kesedian waktu Wakil Presiden Bapak. H. M. Jusuff Kalla berkenan menghadiri walaupun prosesi ini walaupun peresmian pemakaian Istano Basa Pagaruyuang sebagai museum terbuka sudah dilaksanakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 30 Oktober 2013 yang lalu.
Namun rasanya belum sempurna kebanggaan ini jika belum dinaiki secara adat apalagi sekarang dihadiri oleh Bapak Wakil Presiden H. M. Jusuf Kalla yang sekaligus adalah sumando kami masyarakat Sumater Barat khususnya Kbupaten Tanah Datar” tutur Bupati Irdiansyah Tarmizi saat memberi sambutan.
Dijelaskan, bagunan Istano Basa Pagaruyuang disambar petier yang dasyat pada tanggal 27 Februari 2007 yang lalu, musibah ini telah membakar bangunan masyarakat Minangkabau. Namun karena berkat kegigihan Bupati Tanah Datar waktu itu M. Sadiq Pasadigoe dan atas dorongan Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi berhasil mengadakan pertemuan dengan Bapak Jusuf Kalla dan atas undangan beliau diadakan pertemuan tokoh – tokoh Minang untuk membangun kembali Istano Basa Pagaruyuang.
Hal ini juga diperkuat dengan semangat Gotong Royong seluruh komponen masyarakat Minang yang dirantau maupun dikampung halaman dan seluruh donatur serta tentu tidak lepas dari peran serta Bapak. H. M. Jusuf Kalla yang pada waktu itu juga sebagai Wakil Presiden R.I.
Dengan keberadaan Istanno Basa Pagaruyuang ini, telah menjadi icon destinasi pariwisata Sumatera Barat dengan motto “ Belum ke Sumatera Barat kalau belum bekunjung ke Istano Basa Pagaruyuang”.
Seiring dengan peningkatan infrastruktur, kami yakin Istano Basa Pagaruyuang tidak hanya sebagai ikon Sumatera Barat tetapi akan menjadi ikon pariwisata nasional. Apalagi salah satu desa terindah di dunia versi majalah Wisata Bugjet dari Amerika Serikat ternyata ada di Tanah Datar yakni Nagari Tuo Pariangan.
Wakil Presiden Bapak. H.M. Jusuff Kalla pun menghimbau agar Istano Basa Pagaruyuang sebagai simbol kebersamaan patut diperhatikan. “ Istano Basa Pagaruyuang yang kita bangun kembail secara bersama – sama ini menunjukan milik bersama, tidak hanya milik pemerintah, disilah alhir kebersamaan sebagai modallll memperkokoh persatuan membangun daerah dan bangsa serta serta mensejahterakan rakyat” pinta Jusuf Kalla.
Lebih lanjut Jusuf Kalla memuji suku Minang yang dikenal memiliki kecerdasan, memilikli kearifan, kerahmatan, sifat mandiri dan adat basandi sarak, sarak basandi klitabullah.
Sumatera Barat termasuk daerah yang masih asri, hijau, memiliki keindahan alam dan adat budaya yang indah. Ini nikmat allah yang patut dijaga SWT yang patut dijaga dan dipelihara.
Selain mengikuti prosesi menaiki Istano secara adat, Wakil Presiden bersama Ibu Mufida Jusuff Kalla sebelumnya telah meninjau sanggar tenun songket Tanjung Mondang Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Buo Utara yang memiliki ciri khas Lintau dan proses pewarnaan secara alami.
Terdapat lima kelompok tenun songket di Lintau binaan Dinas Koperindagpastam dan Dekranas Kabupaten Tanah Datar yang diketuai oleh Ibu Emi Irdiniansyah. Peletakan batu pertama Masjid Raya Tanjung Bonai yang direncanakan membutuhkan biaya Rp. 6,9 Milyar. Masyarakat dan perantau Tanjung Bonai mempunyai keinginan memiliki masjid yang representatif. Untuk itu atas dorongan dan bantuan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, pembangunan masjid akan segera dilaksanakan.
Serta peninjauan Akademi Komonitas Tanah Datar (AKTD) di Nagari Tigo Janko di Kecamatan Lintau Buo. AKTD yang diresmikan pada 30 Desember 2013 oleh Ibu Mufidah Jusuf Kalla merupakan Program Studi Luar Domisili Politeknik Negeri Padang berstatus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sudah melaksanakan wisuda 2 angkatan dari 3 prodi (Teknik Mesin, Teknik Sipil dan Manajemen Informatika).
Lulusan berhasil diserap dunia kerja. AKTD yang memiliki jenjang pendidikan D2 hadir sebagai pilihan tepat bagi peserta didik, dengan biaya yang murah bahkan diberikan beasiswa tetapi meemberikan kualitas yang dibutuhkan dunia kerja. Saat ini AKTD sudah memiliki lahan seluas 5,5 Ha untuk gedung baru hibah dari pemerintah daerah.
Masyarakat Sumatera Barat khususnya Kabupaten Tanah Datar merasakan kebahagiaan dan kebanggaan luar biasa. Simbol kejayaan Minangkabau, Istano Basa Pagaruyuang beberpa waktu lalu dikunjungi tamu kehormatan dan kedatangan Wakil Presiden H. M. Jusuff Kalla dan Ibu Mufidah Jusuff Kalla.
Sebuah pemakaian/menaiki Istano Basa Pagaruyuang dihadiri lansung Bapak Jusuf Kalla yang juga sumando urang awak menunjukan begitu strategisnya dan pentingnya keberadaan Istano Basa Pagaruyuang sebagai peradaban masyarakat Minangkabau.
Dijelaskan, bagunan Istano Basa Pagaruyuang disambar petier yang dasyat pada tanggal 27 Februari 2007 yang lalu, musibah ini telah membakar bangunan masyarakat Minangkabau. Namun karena berkat kegigihan Bupati Tanah Datar waktu itu M. Sadiq Pasadigoe dan atas dorongan Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi berhasil mengadakan pertemuan dengan Bapak Jusuf Kalla dan atas undangan beliau diadakan pertemuan tokoh – tokoh Minang untuk membangun kembali Istano Basa Pagaruyuang.(TGA)