Masyarakat Harus Biasakan Hidup Sehat DALAM PERINGATAN HKN KE 52 TAHUN 2016
Layanan Kesehatan Indra, S.Kom(Dinas Kesehatan) 17 November 2016 08:33:20 WIB
PADANG, HALUAN — Indonesia sedang menghadapi masalah kesehatan triple burden. Artinya, penyakit infeksi yang mendera masyarakat masih tinggi. Begitu juga dengan penyakit tidak menular. Serta penyakit yang seharusnya sudah teratasi, namun kini muncul kembali.
Demikian antara lain dikatakan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat membacakan sambutan tertulis Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 tingkat Sumbar, Senin (14/11) di Lapangan Imam Bonjol, Padang.
Peringatan HKN ke-52 tahun ini dengan tema “Indonesia Cinta Sehat”, dengan Sub tema Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Savitri beserta jajaran kesehatan lainnya.
Menurut data Global Burden of Disease 2010 dan Health Sector Review 2014, kematian yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular, banyak disebabkan oleh stroke. Penyakit ini menduduki peringkat pertama dari sekian banyak penyakit tak menular.
“Pelaksanaan JKN selama dua tahun ini menjelaskan, bahwa biaya pelayanan kesehatan peserta JKN didominasi pembiayaan kesehatan di tingkat lanjutan dengan menghabiskan anggaran 74%. Hal ini bisa membahayakan dana jaminan sosial kesehatan, karena akan menjadi beban yang luar biasa terhadap keuangan BPJS Kesehatan,” sebutnya.
Lebih jauh dijelaskannya, program prioritas pembangunan kesehatan pada periode 2015 – 2019 dilaksanakan melalui Program Indonesia Sehat (PIS) dengan Pendekatan Keluarga.
“Program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga dilaksanakan secara bertahap dengan target pada akhir tahun 2019, seluruh Puskesmas di Indonesia telah dapat melaksanakannya,” katanya.
Germas Terbentuk
Seiring dengan PIS dengan Pendekatan Keluarga, pada hari ini, Selasa (15/11) di Bantul, DI Yogyakarta, Presiden RI Joko Widodo akan meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Yaitu suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Tujuan Germas, agar masyarakat berperilaku sehat, sehingga diharapkan berdampak pada kesehatan yang terjaga, terciptanya lingkungan yang bersih, sehingga jika dalam kondisi sehat, produktivitas masyarakat meningkat dan biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk berobat akan berkurang.
“Kegiatan Germas dilakukan dengan cara, antara lain melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban,” pungkasnya. (h/vie)