SOSIALISASI SISTEM INFORMASI GENDER DAN ANAK PROVINSI SUMATERA BARAT

Artikel () 29 Agustus 2016 12:55:13 WIB


Isu gender dan anak selama ini kurang diperhitungkan, dalam berbagai proses kebijakan pembangunan ini terjadi karena ketersediaan data terpilah kurang memadai. Padahal data dan informasi komponen penting dalam penyelenggaraan pembangunan, yang digunakan mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, implementasi sampai dengna evaluasi program atau pengukuran pencapaian kinerja pembangunan.

Data gender dan anak menjadi elemen pokok bagi terselenggaranya PUG dalam pemenuhan hak anak diberbagai bidang pembangunan. Menghimpun dan menganalisa data baik kuantitatif maupun kualitatif, bukanlah hal yang mudah, sebab baik provinsi maupun kabupaten kota belum semua melakukan pengumpulan dan pengolahan data yang akurat sehingga sulit untuk melihat kesenjangan gender secara kongkrit. Pantauan petugas pengolah data dilapangan dalam mengolah data masih ditemukan beberapa kelemahan. Aspek kelemahannya beragam, mulai dari tidak tersedianya sistim pengolahan data sampai dengan tidak tersedianya SDM ynag cakap dan terampil utnuk mengelola data.

Saat ini data dan informasi yang ada belum berupa database yang terintegrasi. Itu akan cukup sulit jika suatu saat akan diolah, diubah, ditambah, dihapus atau bahkan dicari pada saat-saat dibutuhkan ulas Akhsanul Husn, Kabid Data dan Infromasi dalam sambutan tertulis yang dibacakannya pada pembukaan kegiatan dimaksud. Oleh karena itu perlu dukungan suatu aplikasi yang dapat menyimpan, menambah, mengubah dan dapat diakses dimana dan kapanpun petugas berada.

Sehubungan dengan itu Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Barat melakukan kegiatan Sosialisasi Sistem Informasi Gender dan anak (SIGA) yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2016 di Aula BKD Provinsi Sumatera Barat. Melalui kegiatan ini diharapkan pengelolaan data gender dan anak Provinsi Sumatera Baratlebih optimal , agar dapat dimanfaatkan untuk kemajuan pembangunan perempuan dan anak di Sumatera Barat.

Kegiatan yang diikuti oleh 40 (empat puluh) orang peserta yang terdiri dari pengelola data gender dan anak pada Badan/Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Kota se Sumatera Barat ini diharapkan dapat menghasilkan pemetaan kondisi gender dan anak dan penyusunan basis data gender dan anak Sumatera Barat dengan aplikasi secara online, dengan SDM pengelola data yang handal dan terampil.