Permudah Investor, BKPM Gagas Program KLIK

Permudah Investor, BKPM Gagas Program KLIK

Penanaman Modal AMRIZAL, S.Sos(Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu) 10 Februari 2016 23:10:03 WIB


Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah menyiapkan layanan kemudahan investasi langsung konstruksi atau disebut KLIK. 

Layanan ini sebagai tindak lanjut paket kebijakan ekonomi jilid yang diluncurkan belum lama ini. Lewat KLIK, BKPM berharap bisa menstimulus lebih banyak investor buat menanamkan modalnya.  

Kepala BKPM Franky Sibrani mengatakan, layanan cepat perizinan investasi ini nantinya tidak hanya untuk kawasan industri saja. Tetapi berlaku juga pada sektor infrastruktur, perhubungan, listrik, dan lainnya. 

"Ini sudah pada tahap finalisasi. Kami akan umumkan secara resmi pada 22 Februari," katanya saat jumpa pers di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (9/2).

Franky menejelaskan, bagi perusahaan yang telah mendapatkan izin investasi atau izin prinsip dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pemerintah pusat maupun daerah, pengurusan selanjutnya dilakukan secara bertahap. Misalnya izin mendirikan bangunan (IMB), izin lingkungan (UKL/UPL, Amdal), maupun perizinan lainnya. 

"Mereka nantinya dapat langsung melakukan pembangunan pabrik atau konstruksi sambil secara paralel mengurus izin-izin lain. Tapi ada saratnya, investor wajib memenuhi estate regulation (ketentuan tata tertib investasi kawasan industri)," ungkap dia 

Jadi ketika investor sudah mendapatkan izin prinsip melalui pelayanan izin 3 jam, mereka bisa langsung melakukan pembelian tanah dan langung melakukan konstruksi. Kami juga pastinya akan berkordinasi dengan Bea Cukai untuk mempermudah masuknya mesin-mesin dan peralatan untuk keperluan konstruksi," lanjutnya.

Dia berharap, kemudahan layanan investasi langsung konstruksi atau KLIK tersebut akan meningkatkan minat investor. Sekaligus untuk menambah daya saing Indonesia di bidang kemudahan pelayanan perizinan investasi. "Kami juga sudah menyiapkan kawasan-kawasan industri agar program ini cepat terealisasi, sehingga bisa lebih cepat pula menyerap tenaga kerja," terang Franky.(fab/jpg)