Fasilitas Umum Rusak Akibat Badai Angin di Sumbar

Fasilitas Umum Rusak Akibat Badai Angin di Sumbar

Berita Utama Bagian Pemberitaan Biro Humas(Biro Humas Sekretariat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat) 26 Januari 2016 06:46:44 WIB


Akibat angin kencang yang terjadi sejak Minggu malam (24/01) hingga Senin (25/01), musibah pohon tumbang terjadi di berbagai daerah di Sumatera Barat. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat Pagar Negara mengatakan, berdasarkan laporan dari BPBD di daerah, pohon tumbang diantaranya terjadi di Kabupaten Agam, Kota Pariaman, dan Kota Padang.

“Laporan yang masuk, di Agam dua sekolah dasar tertimpa pohon. Masing-masing di SD 02 Bayur Maninjau, lalu di SD 54 Garagahan Lubuk Basung. Kalau di Pariaman pohon menutup ruas jalan, sedangkan terbanyak di Padang mencapai 15 musibah pohon tumbang,” ungkapnya di Padang, Senin (25/01).

Akan tetapi, jelas Pagar, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat musibah pohon tumbang. Dampak yang dirasakan masyarakat yakni terputusnya aliran listrik karena banyak pohon tumbang yang menimpa jaringan kabel listrik.

Pagar menghimbau agar seluruh personil kebencanaan di daerah berkoordinasi dengan dinas kebersihan dan pertamanan di daerah masing-masing untuk memangkas pohon-pohon yang sudah berumur tua atau rentan roboh.

“Info dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), angin kencang ini berpotensi terjadi hingga 3 sampai 5 hari ke depan. Untuk itu, kita harus waspada,” pintanya.’

Sementara itu, Ayu salah seorang warga Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang mengatakan, akibat badai angin yang tak berkesudahan sejak Minggu malam (24/01) hingga Senin (25/01), atap rumahnya yang terbuat dari seng terbang terbawa anginnya. Pihaknya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga karena takut terjadi musibah yang lebih besar.

“Atap rumah hilang, terpaksa menumpang dulu di rumah tetangga. Tunggu angin reda baru diperbaiki lagi,”ucapnya.