24 MAHASISWA SUMBAR YANG DIEVAKUASI DARI YAMAN MENDARAT DI BIM

Berita Utama Biro humas(Biro Humas) 19 April 2015 09:13:10 WIB


Kendati mengalami penundaan penerbangan lebih dari 1 jam dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, akhirnya 24 mahasiswa asal Sumatera Barat yang berhasil dievakuasi dari wilayah konflik di Kota Aden, Yaman, mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sabtu malam (18/4). Mahasiswa Sumatera Barat yang dievakuasi dari Kota Aden berjumlah 26 orang, 2 diantaranya telah dijemput pihak keluarga di Jakarta, sedangkan 24 lainnya diterbangkan ke Padang melalui Bandara Soekarno-Hatta pukul 21.15 WIB.

Sesampai di BIM, 24 mahasiswa disambut haru keluarga masing-masing. Asyam Hafidz salah seorang mahasiswa yang dievakuasi mengatakan, senang, bisa kembali ke tanah air dengan selamat dan bisa bertemu dengan keluarga.

“Alhamdullilah saya akhirnya bisa pulang ke tanah air. Padahal kabar terakhir yang saya dapat dari Syekh di sana, setelah kepergian kami, sebagian wilayah asrama Arbithah Attarbiyyah Al Islamiyyah di bagian kanan hancur, apakah terkena rudal atau tembakan tank,”paparnya. 

Dalam kesempatan yang sama, mahasiswa lainnya, Anggi Maulana yang berasal dari Kabupaten Solok mengaku sedih harus meninggalkan bangku kuliah, walaupun hanya sementara.

“Saya senang bisa pulang. Tapi sedih juga karena harus pulang ketika masih belajar. Saya sangat berharap konflik di Yaman dapat selesai secepatnya, sehingga bisa kembali ke Yaman untuk menyelesaikan kuliah,”harapnya

Sementara itu, Ayahanda Asyam Hafidz, Edi Asman Karim mengaku senang bisa melihat putranya pulang selamat. Kendati demikian, Edi tetap akan mendukung keinginan putranya jika nantinya harus kembali ke Yaman menuntaskan studinya

“Semoga kekacauan di Yaman segera selesai. Kami sebagai orang tua tetap memberikan dukungan pada Asyam untuk melanjutkan kembali kuliahnya di Yaman, selama kondisi sudah aman, dan Pemerintah memberikan izin,”ungkapnya.

Kedatangan mahasiswa Yaman asal Sumatera Barat di BIM, disambut oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadique. Pada kesempatan tersebut Gubernur menghimbau agar mahasiswa yang telah dievakuasi tetap bertahan di kampung halaman terlebih dahulu, sembari menunggu kondisi di Yaman berangsur kondusif.

“Saya minta anak-anak kita ini bertahan dulu hingga kondisi benar-benar membaik. Di kampong halaman masing-masing, mereka bisa membagi ilmunya melalui kegiatan agama di Masjid,”pintanya.

Untuk masalah kepulangan ke Yaman, Gubernur Irwan Prayitno berjanji, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan memberikan bantuan tiket kepulangan.

“Mereka ini kan sempat khawatir, bisa pulang ke Indonesia, tapi tidak bisa pulang ke Yaman. Kami nanti dengan DPRD Sumatera Barat akan mengupayakan untuk memberikan bantuan melalui anggaran daerah, karena selama ini memang ada anggaran untuk bantuan semacam bea siswa untuk mahasiswa yang kuliah ke luar negeri,”jelasnya.

Sebelumnya,  26 mahasiswa asal Sumatera Barat yang menuntut ilmu di  Kota Aden, Yaman sempat terjebak di Asrama Arbithah Attarbiyyah Al Islamiyyah, dalam situasi konflik. Mereka sempat mengalami kegagalan evakuasi berkali-kali, karena kontak senjata masih terus terjadi. Akhirnya mereka berhasil dievakuasi pada Senin (13/4) menuju pelabuhan di Aden kemudian menyeberang ke Djibouti, Afrika Timur, lalu diterbangkan ke tanah air.

Berikut data 26 Mahasiswa Yaman asal Sumatera Barat yang telah dipulangkan ke tanah air.

Abdurrahman Halim berasal dari Saniang Baka, Kecamatan Koto Singkarak, Kabupaten Solok.

Alwi berasal dari Aru, Gunung Sarik, Kota Padang.

Andi Kurniawan berasal dari Kota Bukitinggi.

Anggi Maulana berasal dari Kota Solok.

Firmansyah berasal dari Sangir, Kabupaten Solok Selatan.

Muhammad Hamdalah berasal dari Kabupaten Agam.

Muhammad Ghazza berasal dari Kabupaten Agam.

Raditya Agus Nugraha berasal dari Gurun Panjang, Kecamatan Guguak Panjang Kota Bukittinggi.

Rifki Ismail berasal dari Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Irsyadul Fikri berasal dari Batusangkar.

Ilham Taufik berasal dari Kota Padang.

Rajif Algani berasal dari Kota Padang.

Habibunnas berasal dari Pasaman Barat.

Riky Charles berasal dari Koto Tinggi, Tanah Datar.

Rahmat Fadhilla berasal dari Batusangkar.

Ferdy Vernando berasal dari Batusangkar.

Asyam Hafidz dari Kota Padang.

Candra Syahputra dari Solok Selatan.

Alfendri dari Batusangkar.

Melvis Edian Putra dari Pasaman Barat.

Muhammad Gandi dari Batusangkar.

Dimas Zurivanof dari Tanah Datar.

Muhammad Fudhail dari Tanah Datar.

Syaidi Syaikhiman Abdullah dari Padang Panjang.

Fajri Yanuar dari Padang Pariaman.

Al Husni Mubaroq dari Padang Pariaman.


(HUMAS SUMBAR)