LENTERA, Inovasi RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH untuk Wujudkan Pelayanan Kesehatan Inklusif

LENTERA, Inovasi RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH untuk Wujudkan Pelayanan Kesehatan Inklusif

Berita OPD Dedi Oscar Adams, M.I.Kom.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 16 Agustus 2026 15:48:43 WIB


Pariaman – RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH Provinsi Sumatera Barat terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang setara dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui inovasi LENTERA (Layanan Bagi Tuna Netra dan Tuna Rungu).

LENTERA merupakan inovasi pelayanan publik yang dirancang untuk memberikan kemudahan akses informasi, komunikasi, serta pendampingan bagi pasien penyandang tuna netra dan tuna rungu dalam memperoleh pelayanan di RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH.

Inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif. Penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan ketika mengakses layanan kesehatan, terutama dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan petugas. Bagi penyandang tuna netra, keterbatasan akses terhadap informasi visual menjadi salah satu kendala. Sementara bagi penyandang tuna rungu, hambatan komunikasi dapat menyebabkan kesulitan dalam menyampaikan kebutuhan maupun memahami informasi pelayanan.

Berdasarkan data yang tercantum dalam pedoman teknis LENTERA, jumlah penyandang disabilitas tuna netra dan tuna rungu di Kota Pariaman pada tahun 2025 tercatat sebanyak 86 orang, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Pariaman Tengah sebanyak 25 orang. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar penting bagi rumah sakit untuk terus memperkuat pelayanan yang ramah dan mudah diakses oleh penyandang disabilitas.

Mempermudah Akses Informasi dan Komunikasi

Melalui LENTERA, pasien penyandang tuna netra maupun tuna rungu yang membutuhkan informasi atau menyampaikan keluhan dapat memperoleh pendampingan melalui Ruang PPID RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH.

Ketika pasien datang, petugas PPID akan mengidentifikasi kebutuhan pendampingan. Apabila diperlukan, petugas akan menghubungi pihak **Sekolah Luar Biasa (SLB)** yang telah bekerja sama dengan rumah sakit untuk menghadirkan pendamping atau penerjemah bahasa isyarat.

Untuk mendukung pasien tuna netra, rumah sakit juga menyediakan papan huruf Braille di Ruang PPID sebagai salah satu media dalam memperoleh informasi pelayanan.

Dengan dukungan tersebut, proses komunikasi antara pasien dan petugas rumah sakit diharapkan dapat berlangsung dengan lebih baik sehingga informasi pelayanan dapat disampaikan secara jelas dan mudah dipahami sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.

Tidak Berhenti pada Pelayanan di Rumah Sakit

LENTERA tidak hanya memberikan pendampingan ketika pasien berada di rumah sakit. Untuk menjaga komunikasi secara berkelanjutan, Tim PPID juga membentuk Grup WhatsApp LENTERA yang dapat digunakan sebagai media penyampaian informasi, motivasi, edukasi, serta menerima masukan dari penyandang disabilitas.

Melalui pendekatan tersebut, pelayanan diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan informasi saat pasien datang ke rumah sakit, tetapi dapat terus dikembangkan melalui komunikasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Mewujudkan Pelayanan Tanpa Diskriminasi

Kehadiran LENTERA menjadi bagian dari komitmen RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH untuk memberikan pelayanan publik yang inklusif, setara, mudah diakses, dan tanpa diskriminasi.

Inovasi ini juga melengkapi berbagai fasilitas ramah disabilitas yang telah tersedia di rumah sakit, seperti area parkir khusus, kursi tunggu, toilet disabilitas, website ramah disabilitas, serta kerja sama dengan SLB untuk penyediaan penerjemah bahasa isyarat.

Bagi RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH, pelayanan yang berkualitas bukan hanya tentang memberikan pelayanan medis, tetapi juga memastikan setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan informasi, menyampaikan kebutuhan, memperoleh pendampingan, dan menerima pelayanan kesehatan sesuai dengan haknya.

Terus Dievaluasi dan Dikembangkan

Untuk memastikan pelaksanaan LENTERA berjalan sesuai dengan tujuan, Tim PPID melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Evaluasi mencakup pelaksanaan layanan, jumlah pengguna, berbagai kendala yang ditemukan, serta masukan, saran, dan pengaduan dari pengguna layanan.

Hasil monitoring dan evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menyempurnakan prosedur, sarana pendukung, serta meningkatkan kompetensi petugas agar LENTERA dapat terus berjalan secara efektif, responsif, dan berkelanjutan.

Melalui LENTERA, RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH menegaskan bahwa setiap masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

LENTERA menjadi salah satu langkah nyata rumah sakit dalam membangun pelayanan kesehatan yang semakin ramah disabilitas, inklusif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(*)