Solok Jadi Pusat Pemulihan Pertanian Sumbar, Kementan Luncurkan Program Padat Karya
Berita Utama Rina Yuli Hefni, S.ST.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 15 Januari 2026 20:16:12 WIB
KAB. SOLOK – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bergerak cepat memulihkan sektor pertanian pascabencana. Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Sumbar melaksanakan aksi penanaman bibit serentak yang terhubung secara daring dengan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Solok ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, mewakili Gubernur, serta Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian.
Menteri Pertanian RI dalam arahannya secara daring menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memastikan petani tidak kehilangan mata pencaharian. Selain dukungan teknis pertanian, negara hadir dengan bantuan logistik dalam skala besar.
"Selain dana stimulan, bantuan logistik berupa 44 ribu ton kebutuhan pokok dan beras, serta 6 ribu ton minyak goreng telah dikirimkan menggunakan kapal TNI AL dan pesawat Hercules," ungkap Mentan.
Guna mempercepat pemulihan ekonomi warga, Kementan meluncurkan program Padat Karya melalui skema Hari Orang Kerja (HOK). Program ini dirancang agar masyarakat terdampak langsung mendapatkan penghasilan.
"Rakyat yang memiliki sawah bekerja memperbaiki lahannya sendiri, dan upahnya dibayar oleh pusat. Kami proyeksikan ada 200 ribu HOK untuk 10 ribu hektare pada tahap awal," jelas Menteri Pertanian.
Di Sumatera Barat, berdasarkan data terkini tercatat sebanyak 6.415 hektare lahan pertanian di 15 kabupaten/kota mengalami kerusakan. Untuk tahap awal (Januari-Februari 2026), pemerintah akan melakukan Optimasi Lahan (Opla) seluas 2.556 hektare. Kabupaten Solok terpilih sebagai titik utama dengan target sasaran terluas, yakni 1.247 hektare.
Staf Khusus Mentan, Sam Herodian, menegaskan percepatan rehabilitasi infrastruktur pertanian melalui pembagian kerja yang strategis, Kementan menangani kerusakan ringan hingga sedang, sementara Kementerian PU fokus pada kerusakan berat.
Upaya ini bertujuan agar petani dapat segera memulai masa tanam, sehingga saat memasuki bulan puasa, aktivitas lapangan sudah beralih ke tahap pemeliharaan demi mengejar masa panen tiga bulan ke depan. Ia menargetkan percepatan agar petani bisa segera berproduksi kembali.
"Begitu rehabilitasi selesai, langsung tanam. Targetnya, saat bulan puasa beban kerja lapangan sudah berkurang dan tinggal pemeliharaan, sehingga tiga bulan kemudian petani bisa panen," ujar Sam
Sekretaris Daerah, Arry Yuswandi, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah pusat melalui Kementan.
"Kami berterima kasih atas bantuan benih, pupuk, serta program padat karya ini. Kami harap petani kembali bergairah dan ekonomi Sumbar segera pulih," pungkas Arry saat meninjau lokasi penanaman di Kabupaten Solok.
Sinergi ini menjadi bukti komitmen kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memulihkan kesejahteraan rakyat pascabencana. (ryh/DiskominfotikSumbar)
Berita Terkait Lainnya :
- Kadis Pertanian Sumbar Lantik Pejabat Eselon IV
- Diperta Sumbar Gelar Pertemuan Perencanaan Program dan Kegiatan
- Diperta Sumbar Gelar Pertemuan Perencanaan Program dan Kegiatan
- Profil UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014
- Sosialisasi Peraturan Bersama tentang Penanganan Narkoba