Fokus Tanggap Darurat, Wagub Sumbar: Birokrasi Dipercepat, Akses Semi-Permanen Target Rampung Dua Pekan
Berita Utama Dedi Oscar Adams, M.I.Kom.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 06 Desember 2025 21:16:49 WIB
PADANG PARIAMAN – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memastikan penanganan pascabencana banjir dan longsor berjalan optimal dengan dukungan penuh pemerintah pusat. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah masa tanggap darurat, terutama pencarian korban hilang dan pembukaan akses isolasi.
Hingga kini, tercatat lebih dari 220 korban jiwa akibat bencana ini. Tantangan terbesar di lapangan adalah terputusnya jalur nasional di titik-titik vital yang menghambat distribusi logistik dan BBM.
Percepatan Akses dan Pangkas Birokrasi Menanggapi kendala distribusi, Vasko Ruseimy menyatakan Pemprov Sumbar tengah mengebut pembangunan akses semi-permanen.
“Kami menargetkan akses semi-permanen di wilayah terdampak dapat dilewati kendaraan kecil hingga sedang dalam waktu dua pekan. Masalah utama saat ini adalah penumpukan di satu jalur akibat putusnya jalan nasional, sehingga logistik terhambat,” ujar Vasko saat ditemui di Padang Pariaman, Sabtu (6/12/2025).
Ia juga menegaskan instruksi keras terkait birokrasi penanganan bencana. Segala proses administrasi yang berpotensi menghambat distribusi bantuan telah dipangkas.
“Pokoknya semua yang biasanya lambat, sekarang kita percepat. Semua pihak bergerak bersama. Kejaksaan juga turut memonitor administrasi agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari,” tegasnya.
Sinergi lintas sektoral dan bantuan TNI Untuk wilayah yang tidak dapat dijangkau lewat darat, pemenuhan kebutuhan dilakukan melalui jalur udara dan laut. TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara telah mengerahkan kapal, pesawat, serta helikopter kargo untuk menembus daerah terisolasi.
Apresiasi juga disampaikan kepada unsur Forkopimda yang bekerja solid dalam mendukung percepatan penanganan bencana.
Selain itu, untuk utilitas publik, Vasko melaporkan bahwa pasokan listrik telah pulih 99,9 persen. Namun, layanan air bersih (PDAM) masih menghadapi kendala serius akibat kerusakan intake dan kekeruhan air.
“PDAM perlu penguatan. Saya minta kepala daerah di kabupaten kota memberikan perhatian khusus, karena ini kebutuhan pokok masyarakat,” imbaunya.
Ketersediaan Pangan dan Data Terpadu Pemerintah memastikan stok beras dan bahan pangan mencukupi, didukung bantuan yang terus mengalir dari berbagai provinsi serta perhatian langsung Presiden RI.
Dalam pengambilan keputusan, Pemprov Sumbar mengandalkan Dashboard Bencana untuk pemantauan data real-time. “Sumbar satu-satunya provinsi yang memiliki dashboard ini. Kami tekankan pengumpulan data harus valid. Kalau datanya asal, kita justru akan salah langkah,” tambah Vasko.
Sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem lanjutan, pemerintah berkoordinasi intensif dengan BMKG dan BNPB untuk memantau situasi, termasuk opsi penerapan modifikasi cuaca jika diperlukan.
“Ini bukan waktu untuk saling menyalahkan. Kita fokus dulu pada penyelamatan rakyat. Semua bergerak bersama,” tutup Vasko.(IP/doa/Diskominfotik Sumbar)