Dari Ranah Minang, Gema Wakaf Dunia Bergema: Tokoh-Tokoh Internasional Hadiri Konferensi Wakaf 2025

Dari Ranah Minang, Gema Wakaf Dunia Bergema: Tokoh-Tokoh Internasional Hadiri Konferensi Wakaf 2025

Berita Utama Havina Mirsya \'afra, S. Sos.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 11 November 2025 20:28:08 WIB


Sumatera Barat (Sumbar) bersiap menjadi pusat perhatian dunia Islam. Melalui Konferensi Wakaf Internasional 2025 yang akan digelar pada 15-16 November di Hotel Truntum, Padang, para tokoh besar dunia dan nasional akan berkumpul membahas satu tema besar, yaitu Wakaf untuk Pembangunan Berkelanjutan. Konferensi ini diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Sumbar ke-80 dan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

Forum berskala internasional ini menghadirkan Syaikh Prof. Dr. Nadzir Ayad, Grand Mufti Mesir sekaligus Ketua Asosiasi Lembaga Fatwa Sedunia; bersama tokoh-tokoh penting dunia Islam seperti Dr. Ala’ N. A. Owaidah dari Islamic Development Bank (IsDB); Dr. Maryam Abdullah Al Husaini dari Waqf Foundation Kuwait; Prof. Dr. Ibrahim Ridha dari Maroko; dan Dr. Saleh Mubarok Bazead dari Nama Foundation Malaysia. 

Dari dalam negeri, dijadwalkan akan hadir Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani; Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.; serta KH Ma’ruf Amin sebagai Dewan Penasehat MUI dan Wakil Presiden RI periode 2019–2024. Gubernur Sumbar, Mahyeldi, dijadwalkan membuka langsung kegiatan yang diperkirakan menjadi salah satu forum wakaf terbesar di Asia tahun ini.

Konferensi ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi, melainkan momentum penting untuk menyatukan langkah global dalam mengembangkan wakaf sebagai pilar pembangunan berkelanjutan. 

Dari Ranah Minang yang dikenal dengan falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, kegiatan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal dapat melahirkan solusi global. Wakaf tak hanya dipandang sebagai ibadah sosial, tetapi juga instrumen ekonomi yang mampu menjawab tantangan zaman, mulai pengentasan kemiskinan, penguatan pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Para pemangku kebijakan dan lembaga wakaf dunia yang hadir akan merumuskan model pengelolaan wakaf modern yang lebih transparan dan produktif. Sistem baru ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju ekonomi Islam yang inklusif dan berkelanjutan. 

Selain sidang pleno internasional yang menghadirkan para ulama dan pakar ekonomi syariah, konferensi juga akan diisi dengan diskusi tematik, penandatanganan nota kesepahaman antar lembaga wakaf nasional dan global, serta peluncuran gerakan Wakaf Produktif Sumatera Barat.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat posisi Sumatera Barat dalam jejaring ekonomi syariah dunia, sekaligus menjadi momentum kebangkitan gerakan wakaf produktif di Indonesia. Dengan semangat kolaborasi lintas negara dan lembaga, konferensi ini mengusung pesan kuat bahwa wakaf bukan hanya bentuk sedekah abadi, tetapi investasi sosial yang membangun masa depan umat secara berkelanjutan.

Dari Sumatera Barat, nilai-nilai kedermawanan Islam kembali bergema ke seluruh dunia. Sebuah langkah kecil dari Ranah Minang, untuk perubahan besar bagi peradaban. (hm/Diskominfotik Sumbar)