BSI Siap Migrasikan 700 Ribu Nasabah di Region III Palembang  

BSI Siap Migrasikan 700 Ribu Nasabah di Region III Palembang   

Ekonomi Dedi Oscar Adams(DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA) 19 Mei 2021 21:52:17 WIB


Pasca melakukan merger 1 Februari lalu, PT. Bank Syariah Indonesia  Tbk (BSI) melakukan Roll Out (RO) atau integrasi sistem layanan operasional dari tiga ex bank syariah, yakni Mandiri Syariah, BNI Syariah dan BRI Syariah. Untuk wilayah Region III Palembang, yang meliputi enam propinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung dan Lampung akan melaksanakan proses RO mulai pada 21 Juni mendatang.

Hal ini disampaikan Regional CEO Region Office III Bank Syariah Indonesia Palembang Dedy Suryadi Darmawan, saat jumpa pers bersama Area Manager BSI Padang dan Kepala Kantor Wilayah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, di Sumpur Room Truntum Hotel, Rabu (19/5).

Menurut Dedy, terdapat 700 ribu nasabah yang akan di Roll-out oleh Bank Syariah Indonesia di wilayah Region III Palembang mencakup migrasi rekening nasabah, kartu ATM hingga mobile dan internet banking. Proses roll-out juga akan dilakukan secara bertahap untuk menghindari penumpukan.

“Perubahan akan mencakup seluruh aspek mulai dari hal-hal identitas seperti logo, desain brand, hingga hal-hal substansial operasional seperti perubahan buku rekening, perubahan kartu ATM, hingga mobile banking dan internet banking. Selain itu Program roll out atau penyatuan sistem menjadi satu di Region III Palembang, akan lakukan secara bertahap yakni pada tanggal 21 Juni 2021 mendatang,” ujar Dedy Suryadi Darmawan.

Salah satu fokus Bank Syariah Indonesia dalam proses roll-out di Region III Palembang adalah proses migrasi nasabah dari bank legacy ke Bank Syariah Indonesia. Dalam proses ini, para nasabah akan dihimbau untuk mengganti akun rekening mereka dari bank syariah yang lama (BRISyariah dan BNI Syariah) menjadi akun rekening Bank Syariah Indonesia. 

Sebagai informasi, proses integrasi operasional cabang, layanan, dan produk Bank Syariah Indonesia dilakukan mulai 15 Februari sampai 30 Oktober 2021. Dalam periode tersebut, nasabah secara bertahap akan dihubungi untuk melakukan migrasi ke Bank Syariah Indonesia. Jika terdapat perubahan nomor telepon dan email, nasabah dapat menyampaikan informasi tersebut kepada cabang bank syariah sebelumnya.

Sebelum migrasi berlangsung, nasabah tetap dapat menggunakan jaringan ATM dari masing-masing bank asal maupun jaringan ATM yang bekerja sama, seperti jaringan ATM Prima, ATM Bersama, dan GPN. Sedangkan untuk mobile banking dan internet banking dari masing-masing bank asal tetap dapat digunakan dan diakses oleh nasabah sampai dengan informasi selanjutnya.

Area Manager BSI Area Padang, Budi Abdiriva mengatakan, untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan, para nasabah bisa melakukan migrasi rekening dengan dua cara, yaitu dengan cara daring menggunakan aplikasi BSI Mobile maupun hadir langsung ke kantor cabang Bank Syariah sebelumnya.

“Untuk di Sumatera Barat, terdapat lebih dari 140 ribu nasabah aktif yang akan dilakukan migrasi rekening. Untuk asabah yang ingin migrasi secara daring bisa melalui aplikasi BSI Mobile dan cal call center BSI 14040. Sedangkan bagi nasabah yang ingin mengurus secara manual bisa datang langsung ke ex bank- bank BNISyariah, BRI Syariah, dan Syariah Mandiri.  Yang perlu disiapkan nasabah adalah buku tabungan, kartu ATM dan KTP.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, Misran Pasaribu menyambut baik migrasi rekening dan data nasabah BSI Regional III Palembang. Sebagai regulator, OJK menurut Misran selalu mendorong penguatan permodalan lembaga keuangan, termasuk keuangan syariah.

“Kita dari OJK sangat mendukung proses merger bank syariah ini karena bagian dari penguatan keuangan dan ekonomi syariah secara nasional. Setelah legal merger, sekarang proses operasional merger dan OJK sangat mendukung. Kita akan melihat kelancaran prosesnya nanti. Kita berharap prosesnya berjalan lancar dan OJK siap membantu,” ujar Misran.(doa/MMC)