Sehari Jelang Pilkada 2020, KPU Telah Distribusikan Seluruh Logistik dan APD 

Sehari Jelang Pilkada 2020, KPU Telah Distribusikan Seluruh Logistik dan APD 

Berita Utama EKO KURNIAWAN, S.Kom(Diskominfo) 08 Desember 2020 22:26:21 WIB


Padang, Diskominfo Sumbar

Satu hari menjelang pencoblosan pilkada serentak 2020, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat memastikan logistik pemilu telah tersalurkan ke seluruh wilayah di Sumatera Barat.

Tidak hanya logistik berupa kotak, surat suara dan perlengkapan lainnya, alat pelindung diri (APD) untuk memastikan terhindarnya pesta demokrasi terhadap penyebaran Covid-19 turut disalurkan ke tempat pemungutan suara (TPS).

"Situasi pandemi menuntut penyelenggara mengadakan APD disetiap TPS. Hal tersebut sudah jadi keharusan sebagaimana aturan yang telah ditetapkan. Kita tentu tak ingin pilkada menjadi kluster baru penyebaran nantinya," jelas Komisioner Bidang Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM Kabipaten Solok, Vivin Zulia Gusmita saat ditemui MMC DIskominfo Sumbar diruang kerjanya, Selasa (8/12).

Lebih lanjut dikatakannya, pendistribusian logistik dan APD telah dimulai sejak beberapa hari lalu. Kondisi geografis Kabupaten Solok yang luas menuntut penyaluran lebih dipercepat agar dapat digunakan saat pemilihan.

"Masih ada beberapa daerah yang terisolir dan susah aksesnya. Seperti Garabak Data. Untuk masuk ke daerah tersebut dibutuhkan waktu ber jam-jam, bahkan memutar melewati Dharmasraya," tambah Vivin.

Berbicara mengenai teknologi informasi, wanita berkacamata ini menuturkan, ada perbedaan antara pilkada 2020 dengan pilpres 2019.

"Pada pilpres tahun kemarin, KPU menggunakan aplikasi situng, sedangkan sekarang memakai sirekap. Kegunaannya masih sama, untuk menghitung jumlah C1 pemilih. Sirekap pembaharuan dari situng. Jika lewat situng inputan data hanya bisa dilakukan di KPU, maka pada sirekap proses input data dapat dimulai dari panitia pemungutan suara (PPS) atau panitia pemilihan kecamatan (PPK) asal memiliki jaringan internet. Untuk itu, setiap TPS diharuskan memiliki minimal 2 (dua) android dalam melakukan scaning C1 dan dibackup operator yang standby berada di KPU," paparnya panjang lebar.

Tetapi dia memastikan, aplikasi tersebut hanya sebatas alat bantu. Hasil final pemilihan tetap lewat penghitungan manual dan disahkan oleh rapat pleno KPU.

Terkait himbauan supaya seluruh panitia penyelenggara untuk melakukan rapid test dan dilanjutkan swab test bagi yang hasilnya reaktif, Vivin mengatakan seluruh pelaksana pemilu di Kabupaten Solok telah melakukannya.

"Seluruh panitia diwajibkan mengikuti prosedur bebas aman Covid. Dimulai rapid hingga swab. Bagi yang positif pun telah dicari solusinya. Jika, anggota TPS kurang dari 5 (lima) orang, maka akan diganti dengan panitia dari TPS berdekatan," sebutnya.

Setelah mengunjungi Kabupaten Solok, tim bergerak meninjau kesiapan Kota Solok dan Kabupaten Padang Pariaman.

Ayo gunakan hak pilih 9 Desember 2020.

Pemilih Berdaulat Negara Kuat. (IS/EK)

 

*Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat*