Gugus Tugas Nasional Datangkan Kepala Lab Unand Ke Zona Hitam Covid 19

Gugus Tugas Nasional Datangkan Kepala Lab Unand Ke Zona Hitam Covid 19

Berita Utama TITA SHANIA(Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) 17 Juli 2020 15:18:28 WIB


Ketua Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid 19 yang juga Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, memboyong Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, DR. dr. Andani Eka Putra ke wilayah wilayah yang dianggap merupakan zona hitam penyebaran Covid 19, yakni Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Hal ini lantaran pusat menganggap penanganan Covid 19 di Sumbar dilakukan dengan baik, dimana Sumbar berhasil turun dari peringkat 5 besar terbanyak kasus Covid 19, menjadi provinsi dengan positivity rate terendah se Indonesia. 

dr. Andani dianggap sukses dalam menerapkan testing, tracing and treatment, dalam penanganan Covid 19, yang juga didukung penuh oleh Pemprov Sumbar. Kesuksesan penanganan Covid 19 di Sumbar ini juga membuat Presiden Joko Widodo mengapresiasi Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, di Istana Kepresidenan pada Rabu (15/07) lalu, karena Provinsi Sumbar masuk dalam lima besar daerah dengan penanganan Covid 19 terbaik.

Selama mendampingi kunjungan Doni Monardo ke Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, dr. Andani berbagi  pengalamannya dalam percepatan penanganan Covid 19 di Sumbar khususnya Padang dengan para dokter dan paramedis di daerah itu. Sebagaimana diketahui, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan kini merupakan dua daerah dengan kasus Covid 19 yang tergolong tinggi dan masih berjuang untuk mengendalikannya.

Pertemuan dr. Andani dengan paramedis dan pemangku kepentingan di daerah daerah zona hitam tersebut diprakarsai ooleh Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid 19. Berawal dari kunjungan silaturahim dr. Andani ke kantor BNPD di Graha BNPB Jakarta Timur, Letjen TNI Doni Monardo langsung menawarkan dr. Andani untuk ikut serta dalam kunjungannya ke Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dengan harapan dapat membantu proses penanganan Coviid 19 disana, sehingga penyebarannya dapat lebih terkendali.