Gubernur Lakukan Evaluasi, PSBB Di Sumbar Kemungkinan Diperpanjang
Berita Utama TITA SHANIA(Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) 02 Mei 2020 11:01:01 WIB
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengatakan bahwa ada kemungkinan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar diperpanjang. Hal tersebut diungkapkannya pada Jum'at (01/05), usai menggelar rapat evaluasi penerapan PSBB bersama bupati/walikota lewat video conference. Gubernur mengakui, penerapan PSBB Sumbar tahap pertama yang terjadwal tanggal 22 April - 5 Mei ini baru fokus pada edukasi, sosialisasi dan penyebaran informasi pada masyarakat.
Adapun bila PSBB tahap dua jadi dilakukan, maka penerapannya akan lebih ketat dan tegas dibanding yang pertama. Gubernur menekankan bahwa apabila PSBB diperpanjang di Sumbar, pendekatannya akan lebih pada pemberian sanksi pada masyarakat yang masih melanggar yang bersifat humanis dan menimbulkan efek jera. Ia juga menambahkan, bahwa perlu kajian mendalam untuk menentukan perpanjangan PSBB. Hal tersebut juga akan berpedoman pada hasil evaluasi akkhir tanggal 5 Mei mendatang.
Ia pun mengharapkan masyarakat dapat menjadi lebih disiplin dalam penerapan PSBB tahap dua nanti. Diakuinya, penerapan PSBB tahap pertama belum maksimal. Diantaranya disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang belum memahami krisis kesehatan ini serta masih mengabaikan aturan aturan dalam PSBB. Menurutnya, apabila masih banyak masyarakat yang mengabaikan aturan jarak sosial atau physical distancing, hasil dari penerapan PSBB tidak akan efektif.
Gubernur juga meminta pada petugas yang melaksanakan pengawasan PSBB untuk melakukan patroli guna mengawasi masyarakat yang masih membandel. Apabila ditemukan pelanggaran, petugas diminta untuk menegur dan memberi sanksi dengan tegas. Pun begitu di perbatasan, untuk saat ini sudah tidak ada lagi kendaraan penumpang yang bebas keluar masuk. Apalagi masih ada kendaraan yang mencoba masuk Sumbar maka akan diminta putar balik, sesuai dengan arahan dari pusat. Gubernur menekankan, kunci sukses pemutusan mata rantai penyebaran covid 19 adalah masyarakat yang disiplin dalam mematuhi semua protokol kesehatan yang ditetapkan.