Animo Warga Tinggi, Angka Golput di Padang Diprediksi Kecil
Berita Utama EKO KURNIAWAN, S.Kom(Diskominfo) 24 April 2019 10:32:00 WIB
Padang, InfoPublik - Secara umum angka golput di Kota Padang, Sumatra Barat pada Pemilu Serentak 2019 ini diprediksi kecil, seperti pantauan Tim MC Diskominfo pada beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Bingkuang ini, Rabu (17/4/2019).
Hal tersebut seperti yang terjadi di TPS 12 Parak Karakah Filano Padang, dari 250 Daftar Pemilih Tetap (DPT), hampir seluruh warga menyalurkan hak pilihnya.
"Dari 250 DPT, 80 persen hadir salurkan hak politiknya. Keadaan ini berbanding terbalik dari pilkada kota, 27 Juni tahun lalu," ujar Agus Munandar Isra, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 12 didampingi salah seorang petugas, Jihan Alya Permata kepada Tim MC Diskominfo Sumbar.
Agus juga menuturkan, secara umum proses pemilihan berlangsung damai dan lancar, walau ada sedikit permasalahan yang terjadi. Di antaranya ada pemilih dari luar daerah yang akan mencoblos di TPS 12 ini.
Menurut dia, karena berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Pasal 40 ayat 1 Nomor 9 Tahun 2019, publik yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dapat menggunakan suaranya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), atau surat keterangan dengan beberapa ketentuan dan syarat. "Nah, syarat tersebut yang tidak bisa dipenuhi, sehingga dengan menyesal, kita tidak bisa memberikan surat suara," jelasnya
Terakhir, Agus mengapresiasi minat generasi millennial setempat, terutama perempuan yang bersedia menjadi anggota KPPS. "Dari 7 orang petugas, 4 di antaranya perempuan. Selain pembelajaran demokrasi, juga terdapat edukasi gender. Kita mengapresiasinya," katanya.
Salah seorang warga yang ditemui, Mexral (57), juga mengaku senang dengan tingginya minat masyarakat untuk datang ke TPS pada pemilu kali ini.
"Tingginya minat warga datang ke TPS membuktikan edukasi politik dan demokrasi sudah berjalan di tengah masyarakat. Kita harapkan pemilu dapat berjalan damai, tidak rusuh dan seluruh peserta dapat menerima hasilnya dengan lapang dada. Hasil ini bukan kemenangan pribadi atau kelompok tertentu, tetapi kemenangan seluruh rakyat Indonesia," sebutnya. (NY/EK/MMC Diskominfo)