KPI dan Unand Gelar Survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi di Padang

Berita Utama EKO KURNIAWAN, S.Kom(Diskominfo) 01 Mei 2018 23:11:46 WIB


Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melaksanakan kegiatan Survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi untuk tahun 2018 di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin 30/4.

Padang menjadi kota kedua disurvei setelah Jakarta sejak kick off survei 2018 dimulainya akhir pekan lalu. KPI pun menggandeng Universitas Andalas (Unand) untuk bekerjasama dalam pelaksanaan survei di ibukota ranah Minang ini.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis, saat membuka Workshop Area di Kota Padang, Senin menyatakan pelaksanaan survei merupakan semangat lembaganya untuk memperbaiki kualitas siaran televisi di tanah air.

“Kami melakukan survei untuk televisi juga sekaligus melengkapi data rating. Kualitas dalam penelitian ini melihat sejauh mana sebuah program telah memenuhi fungsi dan kegunaannya pada pemirsa. Upaya ini, diharapkan menjadi masukan dan pendorong peningkatan kualitas dan mutu penyiaran di televisi,” ujar Yuliandre Darwis.

Selain itu, survei kualitas program siaran ini juga dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi para pemasang iklan di televisi, mengenai kualitas program-program siaran yang ada sekarang.

Ketua KPI Pusat ini berharap para pemasang iklan juga menyadari kontribusinya merawat bangsa ini dengan hanya memasang iklan di program-program yang berkualitas baik.

“Harapannya nanti program-program dengan kualitas rendah, sebanyak apapun penontonnya, tidak akan bertahan lama di layar kaca,” harap Andre, panggilan akrabnya.

Menurut Andre, kegiatan survei ini menjadi salah satu program prioritas nasional KPI Pusat. KPI mendapat mandat untuk melakukan survei di 12 kota dan diharapkan tahun depan bisa naik menjadi 20 kota dan akan bekerja sama dengan Perguruan Tinggi di kota setempat.

“Untuk mewujudkan penyiaran yang sehat dan berkualitas, dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak pemangku kepentingan penyiaran. Partisipasi aktif lembaga penyiaran, pemerintah, kalangan akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan komponen bangsa seutuhnya harus bersatu mewujudkan cita-cita bangsa melalui penyiaran,” jelas akademisi Unand ini menjelaskan.

Sementara itu, Dekan Fakultas FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Unand, Alfan Miko, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan survei di Padang. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan dengan baik dan hasil surveinya dapat maksimal.

“Kami harap kegiatan ini dapat memberikan sumbangan yang berarti sehingga apa yang kita citakan yakni terciptanya penyiaran yang baik, berkualitas dan bagus serta memberikan manfaat bagi bangsa ini,” ujar Alfan di tempat yang sama.

Kepala Subdit bidang Komunikasi, Direktorat Politik dan Komunikasi, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Yunes Herawati menyampaikan, pihaknya mendukung pelaksanaan program survei ini dan akan menjadikannya sebagai prioritas dalam program nasional.

Menurutnya, program survei ini sejalan dengan program nawa cita Pemerintah yakni membentuk karakter bangsa.

“Ada tiga hal kenapa penyiaran menjadi priortas nasional yakni soal keterbukaan informasi publik, akses untuk mendapatkannya dan peningkatan kualitas siaran. Dan yang menjadi prioritas pembangunan nasional terkait penyiaran yaitu penguatan KPI,” kata Yunes.

Menurut Yunes, ada 4 (empat) hal yang menjadi tantangan dalam dunia penyiaran saat ini yakni internet, digital, globalisasi dan demografi. Tantangan ini akan makin besar pada 2020 karena Indonesia mengalami penambahan populasi cukup signifikan.

“Ini bisa timbulkan hal positif dan juga negatif. Karenanya, ini sangat terkait kebutuhan konten yang sesuai dengan kebutuhan pasar,”ujarnya.

Pada kesempatan yang sama itu, Yunes meminta lembaga penyiaran menyampaikan konten yang positif khususnya pada tahun 2019 nanti.

“Memberikan konten yang bisa mencerdaskan masyarakat terutama pada level anak muda,” pungkasnya.