Generasi Muda Sumatera Barat Anti LGBT

Generasi Muda Sumatera Barat Anti LGBT

Berita Utama EKO KURNIAWAN, S.Kom(Diskominfo) 25 April 2018 15:12:30 WIB


Padang, 25 April 2018

Seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi yang pesat dalam bidang komunikasi dan informasi mengakibatkan banyak hal dapat berubah. Dampaknya, kehidupan generasi muda kini akhirnya terpengaruh kehidupan bebas, salah satunya seperti LGBT. Kita harus melawan LGBT dengan cara membimbing bukan mengucilkan. Cara-cara dengan pendidikan kesehatan, moral dan keluarga amat berpengaruh untuk hal itu. Pendidikan agama diperlukan sebab semua ajaran religi telah jelas juga tidak menyetujui LGBT.

Hal tersebut disampaikan oleh Plh. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Oni Fajar Syahdi, MMA saat membuka kegiatan literasi dengan tema 'Generasi Muda Anti LGBT', Rabu, 25 April 2018 di Ruang Rapat Gubernuran, Padang.

"Allah SWT telah menciptakan kita berpasang-pasangan, laki-laki dengan wanita. Bukan hanya untuk melampiaskan hasrat seksual, tetapi untuk kepentingan yang lebih suci yaitu untuk memenuhi sunnah Rasulullah SAW dan mendapatkan hikmah dan banyak pahala karena ikatan pernikahan yang suci. Juga sebagai cara untuk mendapatkan keturunan, meneruskan generasi keluarga, umumnya untuk menjaga berlangsungnya peradaban umat manusia. Karena sampai kapanpun penyimpangan seksual atau hubungan seksual yang terjadi pada sesama jenis tidak akan pernah mempunyai keturunan, jelas Oni Fajar Syahdi.

Informasi yang diperoleh dari Kemenkes secara keseluruhan pernah terjadi peningkatan jumlah Waria secara bermakna antara tahun 2002 dan 2009, tetapi dari tahun 2009 dan 2012 peningkatan tidak sebanyak periode sebelumnya. Besar populasinya tidak ada yang tahu pasti, namun mengacu data populasi rawan terdampak HIV jumlah waria diperkirakan mencapai 597 ribu orang, sedangkan lelaki yang seks dengan lelaki termasuk biseksual mencapai lebih dari 1 juta orang.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit juga mengatakan, LGBT tidak sesuai dengan adat budaya dan agama apalagi norma Minangkabau yang berlandaskan “adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah. Jadi, Pemprov Sumbar menolak semua kegiatan yang terindikasi LGBT.

Kegiatan literasi ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kominfo Sumbar, MUI Sumatera Barat dan praktisi perempuan Sumbar serta dihadiri oleh perwakilan dari SMU/SMK dan perguruan tinggi se-Kota Padang dengan hasil kesepakatan berupa janji dan ikrar bahwa generasi muda Sumatera Barat menolak segala bentuk kegiatan dan tindakan yang menjurus LGBT.