Gedung Kebudayaan Sumbar
Artikel () 31 Januari 2018 15:53:23 WIB
Pada 19 Januari 2018 Gedung Kebudayaan Sumbar diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Gedung yang diresmikan adalah Zona A, yaitu bagian yang berada di ujung yang posisinya melintangi jalan Samudera yang ada di pantai Padang. Seolah-olah seperti kapal yang akan diluncurkan. Bangunan Gedung nantinya ada zona B dan C juga. Zona B merupakan arena pertunjukan utama, dan zona C dipakai untuk kantor Dinas Kebudayaan.
Jika gedung ini selesai dibangun seluruhnya, ia akan menjadi salah satu magnet wisata Kota Padang. Karena keberadaanya atau sosok bangunannya disebut-sebut akan mirip opera house di Sydney Australia. Satu hal yang positif dari kebeadaan gedung ini adalah ia akan menjadi sarana memperkenalkan budaya Minang kepada warga Sumbar, orang rantau, dan juga wisatawan. Karena selama ini untuk mendapatkan tempat yang mewakili dalam rangka pengenalan budaya Minang belum ada. Beberapa tempat memang sudah menyediakan pengenalan budaya Minang seperti Istana Pagaruyung. Namun dipandang belum bisa menghimpun item budaya lain yang masih banyak.
Dinas Kebudayaan Sumbar akan menjadi salah satu fasilitator pengumpulan item-item budaya Minang yang mungkin saja saat ini sudah dilupakan banyak orang. Dan keberadaan Gedung Kebudayaan Sumbar dipandang menjadi tempat yang bisa memperlihatkan berbagai khasanah dan item-item budaya Minang secara keseluruhan.
Keberadaan Zona A, jika sudah pernah naik ke lantai paling atas, akan menjadi penarik wisatawan dating untuk menikmati suasana pemandangan kota Padang dan hamparan laut yang indah serta menikmati kumpulan budaya Minang yang akan disiapkan oleh DInas Kebudayaan Sumbar.
Maka jika nanti sudah berfungsi penuh, wisatawan selain bisa menikmati atau mengenal budaya Minang yang dipamerkan di gedung tersebut dalam bentuk benda-benda, dan juga menikmati pemandangan yang indah untuk berfoto, juga akan mendapat suguhan live berupa tarian atau music tradisional di jadwal tertentu. Di samping itu, adanya bioskop di gedung tersebut juiga bisa menjadi sarana menikmati film-film tentang budaya Minang maupun film-film dengan latar alam atau budaya Minang.
Untuk bisa menyediakan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Gedung Kebudayaan Sumbar, diperlukan sumber daya manusia yang mampu mengelola gedung dan juga agenda dengan baik. Maka tidak salah ketika memberi sambutan peresmian zona A Gedung Kebudayaan Sumbar Kepala DInas Kebudayaan Sumbar menyampaikan tentang diperlukannya SDM yang handal untuk mengelola Gedung Kebudayaan SUmbar sekaligus DInas Kebudayaan Sumbar dengan baik. Sambutan Kepala Dinas Kebudayaan SUmbar ini mendpaat respon positif Gubernur Sumbar yang menyampaikan sambutan di sesi berikutnya bahwa memang perlu SDM yang handal di Dinas Kebudayaan Sumbar yang nanti akan mengelola program pemerintah di bidang kebudayaan, termasuk mengelola Gedung Kebudayaan Sumbar.
Seiring dengan menguatnya sektor pariwisata yang sangat besar mendatangkan uang ke Sumbar, maka akan berimbas pula ke Gedung Kebudayaan Sumbar yang mungkin nantinya sangat mungkin menjadi ikon baru pariwisata SUmbar. Dengan demikian, yang sangat penting dipersiapkan adalah SDM pendukung selain konten atau item-item budaya yang akan disuguhkan kepada wisatawan dan masyarakat. (efs)