WAHAI PEMUDA, MANA BUKTI CINTA TANAH AIRMU?

Artikel Zakiah(Tenaga Artikel) 11 Desember 2017 10:09:27 WIB


Republik Indonesia, telah merdeka selama 72 Tahun, sejak tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan yang diproklamirkan oleh Bapak Ir.Soekarno bersama Bapak Mohammad Hatta ini, merupakan Rahmat Allah SWT dan peristiwa itu dikenang oleh bangsa Indonesia secara mendalam, karena merupakan puncak dari serentetan perjuangan yang luar biasa, yang dilakukan oleh  bangsa Indonesia  selama  berpuluh-puluh tahun lamanya. Berbagai pengorbanan baik berupa jiwa, harta dan bahkan raga sekalipun diberikan untuk meraih kemerdekaan itu. Hingga sampai proklamasi dikumandangkan,  sudah tidak terhitung lagi jumlah harta, jiwa dan raga  yang harus dibayarkan.
Para pemimpin dan pejuang bangsa ini merebut status kemerdekaan dari penjajahan Belanda dan kemudian juga Jepang untuk meraih cita-citanya, yaitu menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Mereka telah menyadari, betapa berat penderitaan yang dirasakan oleh rakyat dengan status terjajah. Kekayaan ekonominya dirampas, harkat dan martabatnya  ditindas, diperbodoh dan tidak diperlakukan sebagai  layakanya manusia yang memiliki hak-hak kehidupan.
 Atas dasar kenyataan itu maka kemerdekaan dirasakan  sebagai kekayaan yang tiada taranya. Demikian  pula peristiwa itu dipandang sebagai hasil perjuangan dan pengorbanan dari semua pihak, yang kemudian  mendapatkan  karunia Tuhan yang luar biasa besarnya. Juga selalu dikenang dan diperingati dengan berbagai bentuk dan caranya sendiri sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita sebagai anak bangsa dapat mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya. Wahai para pemuda dan pemudi Bangsa Indonesia, apa yang sudah engkau lakukan agar kemerdekaan ini tidak sia-sia. Mana bukti cinta tanah airmu?

Sungguh menyedihkan, karena sekarang ini rasa patriotisme maupun nasionalisme pada generasi muda Indonesia sudah memudar dan banyak diantara kita para orang tua selaku ujung tombak untuk membimbing anak-anaknya kurang peduli mengenai rasa kebangsaaan yang harus ditumbuhkan ditengah keluarga. Seharusnyalah setiap orang tua harus mendidik dan memperkenalkan identitas bangsa indonesia pada anak sehingga anak akan lebih mencintai dan mengenal bangsanya sendiri.

Setidaknya ada tiga hal yang dapat dilakukan sebagai bukti kecintaan kita pada Tanah Air Indonesia. Hal ini tercermin dalam peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Ketiga hal tersebut harus dijadikan sebagai sumber kekuatan dan sekaligus pedoman dalam upaya meraih cita-cita proklamasi bangsa Indonesia ini, yaitu :
Pertama, bahwa  peringatan hari kemerdekaan RI harus mampu mengingatkan  kembali nama-nama besar para pemimpin dan pejuang itu. Mereka telah memberikan apa saja yang dimiliki, baik pikiran, harta,  dan bahkan nyawanya sekalipun. Selain itu, yang  juga harus berhasil diingat kembali adalah gerakan rakyat dalam  membela dan mendukung para pemimpinnya itu. Semua menyatu dan tergabung dalam tekad bersama, yaitu untuk merdeka.
 Nama-nama besar seperti Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Patimura, Bung Tomo, dan lain-lain yang tidak mungkin disebutkan satu demi satu, perlu dikenang semangat dan tekadnya untuk membela bangsanya. Demikian pula, gerakan selanjutnya berupa berbagai diplomasi  lewat  organisasi sosial, politik,  maupun  keagamaan  hingga muncul nama-nama seperti Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Syahrir dan lain-lain, semua itu bertekad membela dan menyelamatkan bangsanya yang sedang menderita karena dijajah.
 Kedua, para pejuang tersebut juga telah berhasil mewariskan konsep, prinsip-prinsip  dan dasar-dasar  yang seharusnya dijadikan pegangan dalam membangun bangsa dan negara yang diinginkan itu. Bahwa negara Indonesia  adalah berbentuk  kesatuan, dengan semboyan  bhineka tunggal ika. Para pejuang tersebut telah menyadari bahwa keadaan rakyat Indonesia adalah terdiri atas berbagai suku, golongan, bahasa daerah, adat istiadat dan agama yang berbeda-beda. Namun, mereka tetap satu, ialah bangsa Indonesia.     
 Konsep dan prinsip tersebut telah dirumuskan dan disepakati hingga menjadi dasar negara,  yaitu berupa  UUD 1945 dan Pancasila. Melalui konsep ini maka bangsa Indonesia yang menempati wilayah yang demikian luas, terdiri atas berbagai pulau besar maupun kecil dan lautan yang luas,  dari Sabang hingga Merauke, berhasil dipersatukan. Mereka terhimpun dalam gerakan perjuangan itu. Itulah komitmen mereka tatkala awal  membangun bangsa dan negara ini.
 Ketiga,  bahwa hal yang tidak kalah pentingnya lagi, sesuatu  yang harus diwarisi oleh generasi pelanjut adalah nilai-nilai perjuangan para pejuang kemerdekaan itu. Di antaranya adalah, bahwa  perjuangan harus dilakukan secara total atau sepenuhnya. Setiap perjuangan  harus disempurnakan dengan kerelaan berkorban. Para pejuang  terdahulu telah memberikan  pikiran, tenaga,  dan bahkan nyawanya sekalipun secara ikhlas. Itulah perjuangan secara total. Selain  itu yang penting untuk dicatat, bahwa para pemimpin bangsa ini  telah membangun jiwa besar. Mereka selalu mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa  besar, unggul  dan bermartabat, yaitu  sama dengan bangsa-bangsa besar lain di dunia. Ir.Soekarno selalu mengemukakan bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa tempe, dan sebaliknya adalah bangsa besar yang mampu berdikari dan tidak mau tergantung pada  bangsa lain di muka bumi ini.
Banyak cara untuk mengenalkan semangat kepahlawanan dan cinta tanah air pada anak. Saling menguatkan antara pendidikan orang tua dirumah dengan pendidikan di sekolahnya.Disamping itu, melalui pendidikan di sekolah, juga harus ada upaya menanamkan rasa cinta Tanah Air, seperti :
a)    Melaksanakan Upacara Bendera. Rasa Cinta Tanah Air dapat ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar rasa cinta     tanah air tertanam di hatinya dan dapat menjadi manusia yang dapat menghargai bangsa dan negaranya misalnya dengan upacara sederhana setiap hari Senin yang di lakukan di sekolah dengan menghormat bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh bangga, dan mengucapkan Pancasila dengan semangat. Kegiatan seperi ini bisa diarahkan pada 5 aspek perkembangan sikap perilaku maupun kemampuan dasar. Pada aspek sikap perilaku, melalui cerita bisa menghargai dan mencintai Bendera Merah Putih, mengenal cara mencintai Bendera Merah Putih dengan merawat dan menyimpan dengan baik, menghormati bendera ketika dikibarkan.
b)    Melatih Siswa Untuk Aktif Dalam Berorganisasi. Kegiatan anak di luar belajar formal juga melatih inisiatif. Anak yang melibatkan dirinya dalam organisasi, akan berusaha menjadi pribadi yang berguna. Inilah sebabnya, anak menjadi pribadi yang berinisiatif tinggi karena ia merasa diperlukan oleh organisasinya. Anak yang berorganisasi juga cenderung lebih obyektif dalam menilai sesuatu. Ia terbiasa dengan perbedaan dan lebih mudah menerimanya. Anak juga lebih mudah menerima konflik yang biasa terjadi dalam organisasi.
c)    Melalui Acara Memperingati Hari Besar Nasional. Kegiatan lain adalah memperingati hari besar nasional dengan kegiatan lomba atau pentas budaya, mengenalkan aneka kebudayaan bangsa secara sederhana dengan menunjukkan miniatur candi dan menceritakannya, gambar rumah dan pakaian adat, mengenakan pakaian adat pada hari Kartini, serta mengunjungi museum terdekat, mengenal para pahlawan melalui bercerita atau bermain peran. Bisa juga diintegrasikan dalam tema lain melalui pembiasaan sikap dan perilaku, misalnya mnjugaa kebersihan dan kelestarian lingkungan, menyayangi sesama penganut agama, menyanyangi sesama dan makhluk Tuhan yang lain, tenggang rasa dan menghormati orang lain. Menciptakan kedamaian bangsa adalah juga perwujudan rasa cinta tanah air.
d)    Melalui Lagu-Lagu Nasional. Hal yang tidak kalah menariknya adalah menanamkan rasa cinta tanah air melalui lagu. Dengan menyanyi apalagi jika diiringi dengan musik, anak akan merasa senang, gembira, serta lebih mudah hafal dan memahami pesan yang akan disampaikan guru. Jika lagu wajib nasional dianggap masih terlalu sulit untuk anak, maka guru bisa menciptakan lagu sendiri yang sesuai untuk anak usia dini.
Guru diberikan kebebasan untuk mengembangkan kreativitasnya di sekolah termasuk dalam menciptakan lagu. Lagu untuk anak usia dini biasanya dengan kalimat yang sederhana, mudah diucapkan, mudah dipahami dan dihafalkan. Lagu sebaiknya yang bernada riang gembira, karena hal ini akan merangsang perkembangan otak anak, anak terbiasa untuk selalu riang dalam bekerja, cepat dalam menghadapi dan memutuskan masalah, tidak cepat putus asa.
e)    Memberikan Pendidikan Moral. Membentuk moral anak bisa dilakukan lewat story telling (dongeng). Kegiatan membaca dongeng dan berdiskusi antara guru dan anak, ini dapat dilakukan di sekolah maupun di rumah.Anak tentu saja menjadi anugerah terindah bagi setiap orangtua. Namun, ketika sang buah hati beranjak remaja atau dewasa, bisa jadi anak yang telah dibesarkan dan dididik sebaik mungkin, mnjadi anak yang tidak mengerti nilai moral dalam kehidupan..
f)    Memberikan pelajaran tentang pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan.
Pancasila adalah jati diri bangsa indonesia, sebagai falsafah, ideologi, dan alat pemersatu bangsa indonesia. Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa indonesia yang majemuk. Mengapa begitu besar pengaruh pancasila terhadap bangsa dan negara Indonesia? Kondisi ini dapat terjadi karena perjalanan sejarah dan kompleksitas keberadaan bangsa Indonesia.

Jadi, marilah kita tingkatkan rasa patriotisme pada anak sehingga lebih mencintai negara ini dalam setiap hal dan tindakan yang kita kerjakan dalam mengisi kemerdekaan demi kemajuan dan kejayaan Bangsa Indonesia.Aamiin